4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Inves ke Bisnis Lain

Memiliki aset dan harta seperti tabungan tentu menjadi hal yang bagus. Tentu lebih bagus lagi apabila harta atau tabungan tersebut dapat terus berkembang dan bertambah.

Orang yang memiliki usaha cenderung ingin terus memajukan usahanya atau dapat melakukan investasi ke bisnis lain. Tentunya semua hal ini sah saja dan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Tentu saja melakukan investasi merupakan langkah paling mudah meskipun dalam proses analisisnya tidak semudah itu. Sebelum melakukan investasi bisnis lain, sebaiknya anda harus mempelajari terlebih dahulu bisnis yang ingin anda investasikan dan beberapa hal lain. Hal berikut kami berikan tips untuk investasi ke bisnis lain.

Batasi ukuran investasi anda

Banyak investor institusional besar mengalokasikan tidak lebih dari 10 persen aset mereka ke dana investasi. Lakukan hal yang sama dengan dana pribadi anda. 90 persen lainnya? Jaga agar saham, obligasi dan uang tunai yang terdiversifikasi dengan baik dan terdiversifikasi dengan baik.

Hitung jumlah investasi anda

Dana ekuitas swasta akan diinvestasikan ke dalam, katakanlah, 30 perusahaan, yang mengetahui sebagian besar tidak akan membayar. Pertaruhan satu atau dua akan menjadi besar. Anda juga harus memainkan peluang, bahkan jika semua yang anda miliki adalah 25.000.000 rupiah untuk diinvestasikan. Bangun portofolio setidaknya lima investasi, dan berhitung kehilangan uang anda pada satu atau lebih dari jumlah tersebut.

Klaim investasi anda jika rugi

Jika anda ingin menang besar dengan “berjudi” dalam beberapa transaksi tahap awal, kemungkinan lebih buruk daripada yang akan anda temukan di tempat perjudian. Namun, ada risiko tinggi, ada satu lapisan perak yang kehilangan uang untuk investasi ini.

Kerugian tersebut bisa menjadi pengurangan pendapatan biasa untuk pajak tahun depan. Itu bukan hasil yang ideal, tapi ini adalah satu tempat dimana kode pajak kita bisa membantu mengurangi rasa sakit.

Hati-hati Berinvestasi Property Yang Seperti Ini

Walaupun properti masih menjadi bidang yang menjanjikan dalam memilih aset investasi, namun calon investor harus memahami terlebih dulu karakteristik properti yang akan dijadikan aset dalam berinvestasi. Mengapa investasi dibidang properti masih ada resiko? Sebab pada dasarnya infestasi dibidang properti maupun bidang lainnya tetap akan beresiko hanya saja berbeda-beda ukuran resikonya.

Kriteria properti seperti apa yang dapat beresiko dijadikan aset investasi? Nah untuk menjawabnya berikut uraian singkatnya antara lain :

  • Properti Warisan

Jenis properti atau rumah bahkan tanah warisan ini umumnya memang sedikit sulit untuk dijadikan hak milik. Ini dikarenakan kepemilikan properti warisan tersebut dimiliki oleh beberapa orang. Sehingga bila salah satu pemilik tidak setuju untuk memiliki properti tersebut. Oleh karenanya jika menemukan jenis properti seperti ini sebaiknya dihindari atau tidak diprioritaskan karena akan mempersulit Anda dalam kepemilikan. Walaupun mungkin Anda dibantu notaris namun proses memiliki properti tersebut akan membutuhkan waktu lama.

  • Sengketa

Baik properti maupun tanah yang akan Anda miliki jika masih dalam status sengketa juga akan sulit dijadikan aset. Sebab jika dijual kembali akan sulit dan membutuhkan waktu lama, bahkan harga jualnya bisa terjadi kemungkinan akan turun atau stagnan. Beberapa kasus sengketa kepemilikan antara masyarakat dengan Pemda dan sejenisnya.

  • Bentuk rumah

Jika bentuk bangunan rumah menurut Anda bagus perhatikan baik-baik dan cermat jika perlu selaraskan dengan arah mata angin. Walaupun memang tidak terlalu mempengaruhi, namun bagi sebagian masyarakat lainnya justru arah mata angin hingga posisi pjntu masum menjadiacuan apakah fengshuinya bagus baik untuk dijadikan hunian hingga pengaruh pada pekerjaan penghuninya. Bahkan sebagian ada yang menganggap rejeki dan pemasukan keuangannya diperumpamakan dengan rumah tinggal yang dihuninya.

Hati-hati Berinvestasi Property Yang Seperti Ini

  • Lingkungan

Lingkungan properti berbentuk cluster memang aman, namun memang akan sulit untuk keluar masuk rumah bila orang lain yang tidak dikenal ada keperluan. Sedangkan rumah tinggal diperumahan justru sebaliknya dimana orang tidak dikenal pun yang hanya berdagang akan mudah masuk dan keluar. Artinya ini berkaitan dengan kenyamanan pelanggan, serta hubungan sosialisasi dengan sesama penghuni rumah lainnya. Pastikan lingkungan apapun yang dipilih menunjang keamanan penghuni rumah nantinya.

Dari uraian tersebut Anda dapat menerapkannya untuk memastikan jenis properti yang aman untuk dijadikan aset investasi dimana tujuannya dapat membuat anda terhindar dari kerugian dalam melakukan investasi dibidang properti.

Aset Emas VS Aset Properti

Memiliki aset baik berbentuk properti maupun emas merupakan hal yang menguntungkan karena kedua aset tersebut memiliki resiko minim kerugian ketika terjadi krisis ekonomi sekalipun. Akan tetapi mana yang perlu diprioritaskan bagi Anda yang baru akan memulai untuk melakukan investasi pada Uang yang dimiliki?

Nah ini dapat diketahui dengan mempelajari aliran keuangan yang Anda miliki. Jika dirasa memang belum mencukupi untuk berinvestasi pada properti, maka bisa mulai berinvestasi melalui emas terlebih dulu. Sehingga ketika jumlah emas yang dimiliki sudah cukup banyak dapat dijadikan jaminan atau dijual untuk mendalatkan uang tunai yang digunakan untuk DP pembelian rumah.

Lalu manakah yang lebih baik antara berinvestasi pada aset berbentuk emas atau properti? Kedua aset tersebut sama baiknya bergantung dari sudut pandang orang masing- masing. Akan tetapi agar dapat memahami mana yang lebih menguntungkan, berikut uraian singkatnya anatara lain :

  • Emas mudah dimiliki dibanding properti

Seperti yang Anda ketahui bahwa emas mudah dimiliki karena pembeliannya dapat dilakukan mulai dari nominal kecil hingga besar. Selain itu syarat pembelian emas adalah hanya uang tunai saja, tidak seperti properti yang harus ada tanda jadi, DP, hingga biaya notaris dan lainnya.

  • Emas mudah dijual atau digadaikan

Menjual emas atau menggadaikannya prosesnya jauh lebib cepat dibandingkan properti. sehingga bagi Anda yang ingin menyimpan uang Anda agar nilainya tidak turun memanga sebaiknya pada emas seperti logam mulia. Untuk properti umumnya jika ingin dijual atau gadai prosesnya bisa seharian paling cepat bahkan lebih.

Aset Emas VS Aset Properti

  • Properti nilai asetnya meningkat signifikan

Dibandingkan emas memang properti jilai asetnya meniingkat lebih cepat, sehingga merupakan langkah tepat bagi Anda yang ingin meningkatkan nilai investasi uang Anda pada properti. Walaupun emas memiliki peningkatan nilai aset pula namun membutuhka. waktu bertahun- tahun untuk dapat memastikan uangnya akan berkembang.

  • Mencicil properti sama dengan menabung

Bila selama ini mencicil properti dianggap sebagai beban, pada dasarnya tidak. Ini dikarenakan ketatnya dan sangat diaiplinnya pembayaran rumab atau properti dikarenakan nilai aset tersebut pun ikut meningkat. Sehingga bila dibandingkan dengan Bank sempat Anda menabung peningkatannya tidak signifikaan jika jumlah uang yang ditabungkan tidak sampai puluhan juta.

Nah dari uraian tersebut mana yang akan Anda pertimbangkan untuk dimiliki sebagai aset? tentu hanya Anda yang dapat menjawabnya berdasarkan kemampuan keuangan yang Anda miliki dan keuntungan yang didapat setiap tahunnya.

Baca Ini Sebelum Beli Emas Untuk Investasi

Walaupun memang setiap jenis emas memiliki nilai aset yang menjanjikan, akan tetapj sebagai calon investor harus cermat dalam memilih emas yang akan dijadikan aset investasi. Ini dikarenakan tidak semua jenis emas akan dapat memberikan keuntungan besar dalam jangka waktu beberapa tahun seperti yang masyarakat ketahui. Secara

umum emas akan berpeluang memberikan keuntungan dalam periode 5-10 tahun dan akan lebih.

Agar menjadi pelanggan yang cermat dalam memilih jenis emas yang akan dijadikan aset investasi, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan antara lain:

  • Pilih Logam Mulia

Logam mulia merupakan jenis emas murni yang tidak dicampur dengan logam lainnya. Walaupun memang bentuknya kaku dan tidak seperti perhiasan, bahkan untuk ukuran kecil berbentuk koin. Akan tetapi nilai aset logam mulia ini tetap utuh dan cenderung meningkat nilainya dibandingkan perhiasan emas.

  • Beli di Agen Resmi

Agen resmi yang menjual emas logam mulia tidak akan mengambil keuntungan dalam jumlah besar. Dengan begitu Anda bisa memiliki emas logam mulia sedikit dibawah pasaran. Selain itu di agen resmi pun juga akan terhindar dari resiko penipuan emas palsu yang banyak beredar.

Agen resmi bisa melalui toko emas maupun agen dari perusahaan emas seperti Antam, hingga pegadaian.

  • Hindarkan investasi diperhiasan

Emas perhiasan memang menarik dan umumnya akan memiliki ukuran sedikit lebih besar dari berat yang sama emas murni. Ini dikarenakan adanya bahan tambahan logam besi hingga kuningan sehingga tidak murni 24 karat. Jenis emas perhiasan ini akan turun nilainya jika suratnya tidak lengkap maupun jika kondisinya rusak. Bahkan jika kondisinya tidak utuh sekalipun tetap akan dikurangi biaya peleburan.

Baca Ini Sebelum Beli Emas Untuk Investasi

 

Nah beberapa tips tersebut dapat diterapkan agar Anda yang berencana berinvestasi pada aset berbentuk emas tidak mudah ditipu oleh agen nakal yang berusaha meraup keuntungan dengan menipu pelanggan. Selain itu Anda juga dapat lebih memahami bahwa investasi pada emas berbentuk perhiasan tidak akan menguntungkan, bahkan cenderung stagnant karena keuntungan dari aset tersebut akan dipotong biasa peleburan.

Ini dikarenakan emas yang dijual kembali ke toko akan dilebur dan dibentuk emas perhiasan lain agar tampak lebih berkilau kembali. Oleh karenanya waspada dalam memilih emas sebagai aset investasi dan cermat dalam menghitung keuntungan investasi jika emas logam mulia yang dijadikan sebagai aset investasi.

Memilih Jenis Properti Untuk Investasi

Properti memang merupakan hal tepat untuk dipilih menjadi aset investasi. Akan tetapi jenis properti yang tepatlah yang dapat memberikan keuntungan pada calon investor yang menanamkan uangnya tersebut.

Jika salah memilih jenis properti yang akan dijadikan investasi akan beresiko lambatnya uang keuntungan dari yang diinvestasikan. Bahkan tidak jarang jika uang yang diinvetasikan justru tidak kembali dengan keuntungan sehingga dapat membuat Anda rugi.

Nah agar resiko kerugian investasi dibidang properti tidak terjadi, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan dalam memilih properti untuk investasi antara lain :

  • Pahami Developernya

Baik apartemen hingga rumah tinggal sekalipun tetap sebagai calon investor cerdas harus memahami perjalanan pengembang properti dalam menjalankan bisnisnya. Saat ini cukup banyak cara memahami perjalanan pengembang properti mulai dari internet hingga Badan Pertanahan.

Dengan memahaminya Anda akan terhindar dari resiko penipuan pengembang properti pada calon pemilik rumah. Dimana calon pemilik rumah sudah membayarkan tanda jadi bahkan DP atau Down Payment namun pengembang hilang tidak ada kabar.

  • Pahami Area pembangunan Properti

Untuk memahami area properti yang dibangun dapat dilakukan melalui Badan pertanahan Nasional. Tujuannya agar Anda memahami apakah area tersebut akan berkembang dan maju yang akan membuat nilai properti yang Anda miliki akan meningkat, atau justru sebaliknya. Ini dikarenakan masih ditemukan adanya pelebaran jalan yang akhirnya mengorbankan properti gang sudah Anda miliki.

  • Lokasi Strategis

Lokasi yang strategis dapat meningkatkan nilai aset properti yang Anda miliki. Kriteria strategis yang dimaksud dapat strategis dekat dengan pusat kota, atau juga dapat lebih dekat dengan akses jalan tol maupun jalan provinsi. Akses inilah yang membuat properti yang dimiliki menjadi aset yang bernilai cukup menjanjikan.

Memilih Jenis Properti Untuk Investasi

  • Luas Dan Bentuk Tanah

Luas tanah memang mempengaruhi nilai jual properti yang dimiliki dimasa mendatang. Akan tetapi bentuk tanah dan bangunannya juga bahkan dapat mempengaruhi orang yang akan membelinya kembali. Oleh karenanya hindarkan membeli luas tanah dan bangunan serta bentuk tanah yang tidak simetris, karena sebagian pembeli properti masih mengacu pada fengshui China pada rumah yang dihuni nantinya.
Dari beberapa uraian tersebut Anda dapat menerapakannya setiap akan membeli jenis propertj yang akan dijadikan aset untuk investasi Anda. Sehingga Anda akan menjadi investor yang cerdas dan cermat dalam memilih jenis aset properti Anda.

Tips Investasi Dalam Bentuk Aset Bergerak

Tips Investasi Dalam Bentuk Aset BergerakSebagian besar orang mengartikan investasi dalam bentuk emas hingga properti, padahal masih ada investasi lainnya berbentuk aset bergerak. Tentunya aset bergerak ya g dimaksud adalah kendaraan baik roda dua maupun roda empat dan lebih. Mengapa kendaraan masuk kategori investasi? Ini dikarenakan kendaraan tersebut dapat dijadikan sarana transportasi umum hingga disewakan. Dengan begitu Anda sebagai pemilik akan mendapatkan penghasilan dari kendaraan yang dimiliki. Sebagai contoh saja adanya usaha ojek hingga taksi online yang memanfaatkan kendaraan mereka sebagai sarana berbisnis.

Faktanya memang kendaraan roda dua hingga roda empat atau lebih adalah aset yang menyusut. Oleh karenanya aset tersebut harus dibuat menjadi peluang bisnis agar dapat menghasilkan. Sehingga ketika nilai jual kembalinya menyusut sepadan dengan penghasilan yang didapat ketika kendaraan digunakan sebagai sarana untuk berbisnis. Berikut beberapa tips berbisnis dengan menggunakan aset bergerak, antara lain :

– Jasa antar

Bisnis ini tidak selalu dapat berupa antar barang saja, namun juga termasuk antar penumpang. dengan melakukan bisnis ini maka daya guna kendaraan pun akan lebih maksimal dari sekedar penggunaan pribadi.

– Bisnis Kuliner

Tidak sedikit kendaraan yang dimiliki penggunanya dipergunakan untuk berbisnis kuliner, sebagai contoh mobil pick up yang digunakan untuk berbisnis tahu bulat dan sejenisnya.

– Bisnis Produk Rumah tangga

Jika pada umumnga untuk mendapatkan produk rumah tangga pelanggan harus ke toko atau pasar, maka dengan diberdayakan dalam bisnis ini akan memudahkan pelanggan dalam melengkapi kebutuhan peralatan rumah tangganya.

Masih banyak lagi jenis bisnis yang dapat diterapkan menggunakan kendaraan yang Anda miliki, sehingga lebih maksimal manfaat kendaraan yang sudah Anda cicil. Selain jenis bisnis yang dapat dipilih untuk diterapkan, perhatikan pula beberapa hal berikut sebelum menerapkannya, antara lain :

– Jenis kendaraan

Pilih jenis kendaraan yang akan dijadikan aset bergerak Anda, apakah roda dua atau roda empat bahkan lebih. Kemudian lengkapi peralatan yang dibutuhkan, misalkan kendaraan roda dua untuk jadi ojek online, maka daftarkan surat-surat kendaraan Anda hingga diri pribadi sebagai pengendaranya. Jika roda empat pastikan jenis pick up atau minibus.

– Kemampuan keuangan

Pastikan kemampuan keuangan Anda juga mencukupi untuk membayarkan angsurannya. Sebagai contoh profesi Anda sebagai supir dan hanya mampu untuk memiliki aset bergerak motor, maka jangan memaksakan untuk memiliki kendaraan roda empat untuk menghindari penyitaan karena ketidakmampuan dalam membayar angsuran.

Dari beberapa tips tersebut bisa langsung menerapkannya untum menambah aset yang sudah Anda miliki agar tidak bergantung dari penghasilan yang didapat pada pekerjaan.

Keuntungan Menabung Pada Aset Dibandingkan Bank

Keuntungan Menabung Pada Aset Dibandingkan BankAnda sudah memiliki jumlah tabungan yang banyak? Jika iya maka pikirkan kembali apakah menguntungkan atau tidak menabung di Bank. Ini dikarenakan setiap tahunnya Anda akan dikenakan biaya administrasi tabungan setiap bulannya. Sedangkan bunga tabungan yang diberikan relatif kecil yakni 0,5-1% per tahun. Sedangkan jika Anda memanfaatkan uang yang dimiliki untuk membeli Aset, justru nilai aset tersebut akan memiliki peningkatan nilai yang lebih signifikan dibandingkan menabung dibank.

Lalu jenis aset apa yang tepat untuk dijadikan tabungan Anda? Jawabannya tentu bergantung dari kemampuan keuangan Anda. Sebagai contoh jika memiliki penghasilan besar sebaiknya menabung dalam bentuk properti, tanah atau emas. Pada jenis aset tersebut memiliki peningkatan nilai yang relatif stabil.

Keuntungan apa saja yang bisa Anda dapatkan jika menabung pada Aset dibanding Bank? berikut uraian singkatnya, antara lain :

– Aset Menghasilkan Lebih

Bagi Anda yang menabung dan mencicil properti seperti rumah atau apartemen, buat agar cicilannya dibayarkan dari properti itu sendiri. Sebagai contoh rumah atau apartemen disewakan, maka uang sewa yang didapatkan dapat digunakan untuk mencicil properti itu sendiri. Dengan begitu ketika sudah lunas cicilan Anda sudah memiliki aset tanpa membayar dari penghasilan yang dimiliki. Bahkan setelah lunas pun aset tersebut dapaf menghasilkan lebih yakni tetap dapat disewakan, selain itu juga bisa Anda jaminkan untuk mengambil properti lainnya.

– Aset Lebih Aman

Ketika perekonomian Dunia sedang tidak stabil jika Anda menabung diBank akan mengalami penurunan nilai mata uang. Sedangkan jika Anda menabung pada properti atau jenis aset lain seperti Emas akan lebih aman dari resiko inflasi yang dapat menjatuhkan nilai uang yang Anda kumpulkan.

– Mudah memilikinya

Untuk memiliki Aset saat ini cukup mudah memilikinya karena sudah banyak tersedia perusahaan pembiayaan. Sehingga cukup mendaftarkan diri pada perusahaan tersebut untuk menabung pada salah satu aset kemudian menjalani prosesnya dan mulai menabung dengan cara mencicilnya. Sebagai contoh memiliki emas logam mulia melalui pegadaian atau memiliki rumah melalui Bank.

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa keuntungan yang bisa didapatkan jika menabung pada aset jauh lebih banyak dibandingkan menabungkan uang di Bank. Bahkan resiko dan keamanannya memang lebih aman dari resiko bila terjadi inflasi. Oleh karena itu jika belum memilik aset segera miliki saat ini juga karena tidak ada kata terlambat, sebab justru lebih baik terlambat dibandingkan tidak memiliki aset sama sekali.

Memilih Jenis produk Investasi Menguntungkan di Bank

Memilih Jenis produk Investasi Menguntungkan di BankBagi masyarakat yang awam mungkin dengan menabung di Bank merupakan langkah yang tepat dan aman serta menguntungkan. Hal tersebut memang benar namun aman yang dimaksud dari resiko pencurian dan perampokan, serta untungnya bisa diambil kapan saja ketika sedang membutuhkan uang.

Namun apakah benar-benar menguntungkan jika menabung di bank? artinya uang yang disimpan jumlahnya tidak berkurang justru akan bertambah banyak? nah jika dihitung secara akumulasi tahunan tentu tidak akan menguntungkan karena ada biaya administrasi bulanan hingga pajak. Sehingga jika uang yang ditabung tidak bertambah jumlahnya perlahan namun pasti jumlahnya pun akan berkurang.

Untuk mendapatkan keuntungan dari uang yang Anda tabung, maka perlu memilih jenis produk perbankan yang tepat dan bukan jenis tabungan biasa. Berikut beberapa jenis produk perbankan yang dapat dijadikan produk investasi Anda melalui Bank pilihan Anda, antara lain :

– Deposito

Jenis produk ini dapat menguntungkan nasabah karena Anda akan menitipkan uang dalam jumlah tertentu dan tidak dapat diambil dalam periode yang ditentukan oleh Anda pula, namun setiap bulan akan diberikan bunga deposito. Produk ini cocok untuk investasi jangka pendek dimana bunga yang ditawarkan dikisaran 5-7% per tahunnya.

– Obligasi

Produk ini mekanismenya sama halnya dengan deposito namun jangka waktunya lebih lama dari deposito. Akan tetapi walaupun lebih lama jangka waktunya keuntungan yang ditawarkan pun jauh lebih maksimal. Umumnya periode paling cepat adalah selama tiga tahun, dimana uang dari hasil obligasi akan digunakan untuk membiayai proyek pembangunan yang dicanngkan pemerintah. bunga yang ditawarkan pun cukup besar mulai dari 9-18% per tahunnya bergantung dari periode yang dipilih nasabah.

– Reksadana

Ini merupakan jenis produk investasi yang cukup menguntungkan yang bisa didapatkan di Bank pemerintah maupun swasta. Jenis reksadana ada tiga jenis, mulai dari reksadana pasar uang, hingga saham bergantung profil nasabahnya yang berani mengambil resiko atau tidak. Jika tidak ingin terlalu rugi maka bisa memilih jenis reksadana pasar uang dimana jumlah keuntungan yang didapat tidak terlalu besar namun konsisten setiap tahunnya. Sedangkan untuk saham dinamis dan dapat berubah-ubah. Terkadang suatu waktu bisa untung besar, dan terkadang juga sebaliknya bisa mengalami kerugian besar.

Dari beberapa pilihan produk investasi yang bisa didapatkan diBank tersebut Anda dapat memilih mana yang paling cocok dengan profil keuangan dan pribadi anda.

Kapan Waktu Yang Tepat Siapkan Dana Pensiun

Kapan Waktu Yang Tepat Siapkan Dana PensiunPensiun merupakan masa dimana Anda menikmati hari tua dengan hasil kerja yang sudah Didapatkan ketika usia masih Produktif. Pada dasarnya bagi masyarakat yang sudah memilikipekerjaan tetap untuk pensiun sufah diperhitungkan dengan cermat oleh perusahaan. Sehingga ketika karyawannya sudah memasuki usia pensiun dana hak pensiunnya pun akan diberikan. Akan tetapi bagaimana dengan karyawan yang pekerjaannya tidak tetap atau kontrak? sama saja, bedanya ketika kontraknya sudah habis maka dana yang disisihkan perusahaan untuk pensiunnya dalam bentuk Bpjs Ketenagakerjaan dapat dicairkan penuh atau sebagian saja.

Bagi Anda yang berprofesi sebagai wirausahawan tentu mempersiapkan sendiri dana pensiun untuk masa pensiun Anda kelak. Lalu kapan sebenarnya waktu yang tepat siapkan dana pensiun? Pertanyaan ini akan disampaikan oleh sebagian orang yang ingin mempersiapkan masa pensiunnya kelak agar tetap hidup tercukupi. Waktu yang tepat untuk menyiapkannya adalah ketika usia masih muda dan produktif.

Pada usia tersebut baik sudah memiliki pekerjaan tetap, kontrak ataupun wirausaha menyisihkan sebagian hasil kerja yang diperoleh sangat disarankan. Sebagai ilustrasi jika diusia pensiun ingin tetap memiliki penghasilan 2 juta setiap bulan, maka maksimal diusia 25 tahun sudah mulai menyisihkannya. Usia 25-55 tahun artinya periode 30 tahun dengan menyisihkan 500 ribuan setiap bulan selama setahun sudah 6 juta dan dikalikan 30 tahun maka diusia pensiun akan mendapatkan tabungan pensiun sebesar 180 jutaan.

Kapan Waktu Yang Tepat Siapkan Dana Pensiun

Jika jumlah uang tersebut didepositokan dan hanya hidup diusia pensiun mengandalkan bunga deposito dengan suku bunga 5-7% maka setiap bulan akan mendapatkan sekitar 700-800 ribuan. Nah dari ilustrasi tersebut merupakan sebuah tolak ukur saja, dan Anda bisa menentukan sendiri akan menyisihkan nominal berapa untuk masa usia pensiun Anda kelak.

Mempersiapkan dana pensiun Anda sedini mungkin merupakan sebuah investasi jangka panjang yang memang batu bisa dirasakan ketika usia Anda sudah tidak produktif. Pada masa muda dan produktiflah waktu yang tepat mempersiapkannya, namun sayangnya tidak semua masyarakat usia muda peka akan hal ini. Prinsip hidup yang merusak yakni selagi muda manfaatkan uang yang ada, nah jika prinsip tersebut dipertahankan, maka diusia tua akan tetap bekerja untuk bertahan hidup. Jika Anda tidmak ingin seperti itu maka bersikap bijaklah dengan uang dari hasil kerja yang didapatkan dan jangan terlena dengan kehidupan diusia muda Anda.