4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Inves ke Bisnis Lain

Memiliki aset dan harta seperti tabungan tentu menjadi hal yang bagus. Tentu lebih bagus lagi apabila harta atau tabungan tersebut dapat terus berkembang dan bertambah.

Orang yang memiliki usaha cenderung ingin terus memajukan usahanya atau dapat melakukan investasi ke bisnis lain. Tentunya semua hal ini sah saja dan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Tentu saja melakukan investasi merupakan langkah paling mudah meskipun dalam proses analisisnya tidak semudah itu. Sebelum melakukan investasi bisnis lain, sebaiknya anda harus mempelajari terlebih dahulu bisnis yang ingin anda investasikan dan beberapa hal lain. Hal berikut kami berikan tips untuk investasi ke bisnis lain.

Batasi ukuran investasi anda

Banyak investor institusional besar mengalokasikan tidak lebih dari 10 persen aset mereka ke dana investasi. Lakukan hal yang sama dengan dana pribadi anda. 90 persen lainnya? Jaga agar saham, obligasi dan uang tunai yang terdiversifikasi dengan baik dan terdiversifikasi dengan baik.

Hitung jumlah investasi anda

Dana ekuitas swasta akan diinvestasikan ke dalam, katakanlah, 30 perusahaan, yang mengetahui sebagian besar tidak akan membayar. Pertaruhan satu atau dua akan menjadi besar. Anda juga harus memainkan peluang, bahkan jika semua yang anda miliki adalah 25.000.000 rupiah untuk diinvestasikan. Bangun portofolio setidaknya lima investasi, dan berhitung kehilangan uang anda pada satu atau lebih dari jumlah tersebut.

Klaim investasi anda jika rugi

Jika anda ingin menang besar dengan “berjudi” dalam beberapa transaksi tahap awal, kemungkinan lebih buruk daripada yang akan anda temukan di tempat perjudian. Namun, ada risiko tinggi, ada satu lapisan perak yang kehilangan uang untuk investasi ini.

Kerugian tersebut bisa menjadi pengurangan pendapatan biasa untuk pajak tahun depan. Itu bukan hasil yang ideal, tapi ini adalah satu tempat dimana kode pajak kita bisa membantu mengurangi rasa sakit.

Tips Investasi Dalam Bentuk Aset Bergerak

Tips Investasi Dalam Bentuk Aset BergerakSebagian besar orang mengartikan investasi dalam bentuk emas hingga properti, padahal masih ada investasi lainnya berbentuk aset bergerak. Tentunya aset bergerak ya g dimaksud adalah kendaraan baik roda dua maupun roda empat dan lebih. Mengapa kendaraan masuk kategori investasi? Ini dikarenakan kendaraan tersebut dapat dijadikan sarana transportasi umum hingga disewakan. Dengan begitu Anda sebagai pemilik akan mendapatkan penghasilan dari kendaraan yang dimiliki. Sebagai contoh saja adanya usaha ojek hingga taksi online yang memanfaatkan kendaraan mereka sebagai sarana berbisnis.

Faktanya memang kendaraan roda dua hingga roda empat atau lebih adalah aset yang menyusut. Oleh karenanya aset tersebut harus dibuat menjadi peluang bisnis agar dapat menghasilkan. Sehingga ketika nilai jual kembalinya menyusut sepadan dengan penghasilan yang didapat ketika kendaraan digunakan sebagai sarana untuk berbisnis. Berikut beberapa tips berbisnis dengan menggunakan aset bergerak, antara lain :

– Jasa antar

Bisnis ini tidak selalu dapat berupa antar barang saja, namun juga termasuk antar penumpang. dengan melakukan bisnis ini maka daya guna kendaraan pun akan lebih maksimal dari sekedar penggunaan pribadi.

– Bisnis Kuliner

Tidak sedikit kendaraan yang dimiliki penggunanya dipergunakan untuk berbisnis kuliner, sebagai contoh mobil pick up yang digunakan untuk berbisnis tahu bulat dan sejenisnya.

– Bisnis Produk Rumah tangga

Jika pada umumnga untuk mendapatkan produk rumah tangga pelanggan harus ke toko atau pasar, maka dengan diberdayakan dalam bisnis ini akan memudahkan pelanggan dalam melengkapi kebutuhan peralatan rumah tangganya.

Masih banyak lagi jenis bisnis yang dapat diterapkan menggunakan kendaraan yang Anda miliki, sehingga lebih maksimal manfaat kendaraan yang sudah Anda cicil. Selain jenis bisnis yang dapat dipilih untuk diterapkan, perhatikan pula beberapa hal berikut sebelum menerapkannya, antara lain :

– Jenis kendaraan

Pilih jenis kendaraan yang akan dijadikan aset bergerak Anda, apakah roda dua atau roda empat bahkan lebih. Kemudian lengkapi peralatan yang dibutuhkan, misalkan kendaraan roda dua untuk jadi ojek online, maka daftarkan surat-surat kendaraan Anda hingga diri pribadi sebagai pengendaranya. Jika roda empat pastikan jenis pick up atau minibus.

– Kemampuan keuangan

Pastikan kemampuan keuangan Anda juga mencukupi untuk membayarkan angsurannya. Sebagai contoh profesi Anda sebagai supir dan hanya mampu untuk memiliki aset bergerak motor, maka jangan memaksakan untuk memiliki kendaraan roda empat untuk menghindari penyitaan karena ketidakmampuan dalam membayar angsuran.

Dari beberapa tips tersebut bisa langsung menerapkannya untum menambah aset yang sudah Anda miliki agar tidak bergantung dari penghasilan yang didapat pada pekerjaan.

Keuntungan Menabung Pada Aset Dibandingkan Bank

Keuntungan Menabung Pada Aset Dibandingkan BankAnda sudah memiliki jumlah tabungan yang banyak? Jika iya maka pikirkan kembali apakah menguntungkan atau tidak menabung di Bank. Ini dikarenakan setiap tahunnya Anda akan dikenakan biaya administrasi tabungan setiap bulannya. Sedangkan bunga tabungan yang diberikan relatif kecil yakni 0,5-1% per tahun. Sedangkan jika Anda memanfaatkan uang yang dimiliki untuk membeli Aset, justru nilai aset tersebut akan memiliki peningkatan nilai yang lebih signifikan dibandingkan menabung dibank.

Lalu jenis aset apa yang tepat untuk dijadikan tabungan Anda? Jawabannya tentu bergantung dari kemampuan keuangan Anda. Sebagai contoh jika memiliki penghasilan besar sebaiknya menabung dalam bentuk properti, tanah atau emas. Pada jenis aset tersebut memiliki peningkatan nilai yang relatif stabil.

Keuntungan apa saja yang bisa Anda dapatkan jika menabung pada Aset dibanding Bank? berikut uraian singkatnya, antara lain :

– Aset Menghasilkan Lebih

Bagi Anda yang menabung dan mencicil properti seperti rumah atau apartemen, buat agar cicilannya dibayarkan dari properti itu sendiri. Sebagai contoh rumah atau apartemen disewakan, maka uang sewa yang didapatkan dapat digunakan untuk mencicil properti itu sendiri. Dengan begitu ketika sudah lunas cicilan Anda sudah memiliki aset tanpa membayar dari penghasilan yang dimiliki. Bahkan setelah lunas pun aset tersebut dapaf menghasilkan lebih yakni tetap dapat disewakan, selain itu juga bisa Anda jaminkan untuk mengambil properti lainnya.

– Aset Lebih Aman

Ketika perekonomian Dunia sedang tidak stabil jika Anda menabung diBank akan mengalami penurunan nilai mata uang. Sedangkan jika Anda menabung pada properti atau jenis aset lain seperti Emas akan lebih aman dari resiko inflasi yang dapat menjatuhkan nilai uang yang Anda kumpulkan.

– Mudah memilikinya

Untuk memiliki Aset saat ini cukup mudah memilikinya karena sudah banyak tersedia perusahaan pembiayaan. Sehingga cukup mendaftarkan diri pada perusahaan tersebut untuk menabung pada salah satu aset kemudian menjalani prosesnya dan mulai menabung dengan cara mencicilnya. Sebagai contoh memiliki emas logam mulia melalui pegadaian atau memiliki rumah melalui Bank.

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa keuntungan yang bisa didapatkan jika menabung pada aset jauh lebih banyak dibandingkan menabungkan uang di Bank. Bahkan resiko dan keamanannya memang lebih aman dari resiko bila terjadi inflasi. Oleh karena itu jika belum memilik aset segera miliki saat ini juga karena tidak ada kata terlambat, sebab justru lebih baik terlambat dibandingkan tidak memiliki aset sama sekali.

Memilih Jenis produk Investasi Menguntungkan di Bank

Memilih Jenis produk Investasi Menguntungkan di BankBagi masyarakat yang awam mungkin dengan menabung di Bank merupakan langkah yang tepat dan aman serta menguntungkan. Hal tersebut memang benar namun aman yang dimaksud dari resiko pencurian dan perampokan, serta untungnya bisa diambil kapan saja ketika sedang membutuhkan uang.

Namun apakah benar-benar menguntungkan jika menabung di bank? artinya uang yang disimpan jumlahnya tidak berkurang justru akan bertambah banyak? nah jika dihitung secara akumulasi tahunan tentu tidak akan menguntungkan karena ada biaya administrasi bulanan hingga pajak. Sehingga jika uang yang ditabung tidak bertambah jumlahnya perlahan namun pasti jumlahnya pun akan berkurang.

Untuk mendapatkan keuntungan dari uang yang Anda tabung, maka perlu memilih jenis produk perbankan yang tepat dan bukan jenis tabungan biasa. Berikut beberapa jenis produk perbankan yang dapat dijadikan produk investasi Anda melalui Bank pilihan Anda, antara lain :

– Deposito

Jenis produk ini dapat menguntungkan nasabah karena Anda akan menitipkan uang dalam jumlah tertentu dan tidak dapat diambil dalam periode yang ditentukan oleh Anda pula, namun setiap bulan akan diberikan bunga deposito. Produk ini cocok untuk investasi jangka pendek dimana bunga yang ditawarkan dikisaran 5-7% per tahunnya.

– Obligasi

Produk ini mekanismenya sama halnya dengan deposito namun jangka waktunya lebih lama dari deposito. Akan tetapi walaupun lebih lama jangka waktunya keuntungan yang ditawarkan pun jauh lebih maksimal. Umumnya periode paling cepat adalah selama tiga tahun, dimana uang dari hasil obligasi akan digunakan untuk membiayai proyek pembangunan yang dicanngkan pemerintah. bunga yang ditawarkan pun cukup besar mulai dari 9-18% per tahunnya bergantung dari periode yang dipilih nasabah.

– Reksadana

Ini merupakan jenis produk investasi yang cukup menguntungkan yang bisa didapatkan di Bank pemerintah maupun swasta. Jenis reksadana ada tiga jenis, mulai dari reksadana pasar uang, hingga saham bergantung profil nasabahnya yang berani mengambil resiko atau tidak. Jika tidak ingin terlalu rugi maka bisa memilih jenis reksadana pasar uang dimana jumlah keuntungan yang didapat tidak terlalu besar namun konsisten setiap tahunnya. Sedangkan untuk saham dinamis dan dapat berubah-ubah. Terkadang suatu waktu bisa untung besar, dan terkadang juga sebaliknya bisa mengalami kerugian besar.

Dari beberapa pilihan produk investasi yang bisa didapatkan diBank tersebut Anda dapat memilih mana yang paling cocok dengan profil keuangan dan pribadi anda.

Kapan Waktu Yang Tepat Siapkan Dana Pensiun

Kapan Waktu Yang Tepat Siapkan Dana PensiunPensiun merupakan masa dimana Anda menikmati hari tua dengan hasil kerja yang sudah Didapatkan ketika usia masih Produktif. Pada dasarnya bagi masyarakat yang sudah memilikipekerjaan tetap untuk pensiun sufah diperhitungkan dengan cermat oleh perusahaan. Sehingga ketika karyawannya sudah memasuki usia pensiun dana hak pensiunnya pun akan diberikan. Akan tetapi bagaimana dengan karyawan yang pekerjaannya tidak tetap atau kontrak? sama saja, bedanya ketika kontraknya sudah habis maka dana yang disisihkan perusahaan untuk pensiunnya dalam bentuk Bpjs Ketenagakerjaan dapat dicairkan penuh atau sebagian saja.

Bagi Anda yang berprofesi sebagai wirausahawan tentu mempersiapkan sendiri dana pensiun untuk masa pensiun Anda kelak. Lalu kapan sebenarnya waktu yang tepat siapkan dana pensiun? Pertanyaan ini akan disampaikan oleh sebagian orang yang ingin mempersiapkan masa pensiunnya kelak agar tetap hidup tercukupi. Waktu yang tepat untuk menyiapkannya adalah ketika usia masih muda dan produktif.

Pada usia tersebut baik sudah memiliki pekerjaan tetap, kontrak ataupun wirausaha menyisihkan sebagian hasil kerja yang diperoleh sangat disarankan. Sebagai ilustrasi jika diusia pensiun ingin tetap memiliki penghasilan 2 juta setiap bulan, maka maksimal diusia 25 tahun sudah mulai menyisihkannya. Usia 25-55 tahun artinya periode 30 tahun dengan menyisihkan 500 ribuan setiap bulan selama setahun sudah 6 juta dan dikalikan 30 tahun maka diusia pensiun akan mendapatkan tabungan pensiun sebesar 180 jutaan.

Kapan Waktu Yang Tepat Siapkan Dana Pensiun

Jika jumlah uang tersebut didepositokan dan hanya hidup diusia pensiun mengandalkan bunga deposito dengan suku bunga 5-7% maka setiap bulan akan mendapatkan sekitar 700-800 ribuan. Nah dari ilustrasi tersebut merupakan sebuah tolak ukur saja, dan Anda bisa menentukan sendiri akan menyisihkan nominal berapa untuk masa usia pensiun Anda kelak.

Mempersiapkan dana pensiun Anda sedini mungkin merupakan sebuah investasi jangka panjang yang memang batu bisa dirasakan ketika usia Anda sudah tidak produktif. Pada masa muda dan produktiflah waktu yang tepat mempersiapkannya, namun sayangnya tidak semua masyarakat usia muda peka akan hal ini. Prinsip hidup yang merusak yakni selagi muda manfaatkan uang yang ada, nah jika prinsip tersebut dipertahankan, maka diusia tua akan tetap bekerja untuk bertahan hidup. Jika Anda tidmak ingin seperti itu maka bersikap bijaklah dengan uang dari hasil kerja yang didapatkan dan jangan terlena dengan kehidupan diusia muda Anda.