4 Hal Yang Harus Dipersiapkan Untuk Dana Pernikahan

Pernikahan menjadi salah satu momen sakral dan terpenting dalam kehidupan manusia sepanjang hidupnya. Tentunya setiap pasangan yang menikah berharap bisa sehidup semati bersama pasangannya tersebut. Satu untuk selamnya, begitulah harapan banyak orang saat menikah.

Karena harapan ini pula, tak sedikit orang yang ingin menciptakan pernikahan yang cukup mewah dan berkesan baik bagi pasangan, keluarga maupun para tamu undangan yang hadir.

Dengan pernikahan harapan sekali seumur hidup, tak jarang membuat orang mempersiapkan pesta pernikahan dengan sangat baik dan sudah pasti ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Pernikahan impian dan biaya, keduanya tidak bisa dipisahkan. Dengan harapan bisa menggelar pernikahan yang cukup berkesan nan mewah, tetapi disisi lain ada hal lain yang perlu dipersiapkan dan tentu saja hal itu tak lain dan tak bukan dana pernikahan.

Untuk bisa mewujudkan pernikahan berkesan sekali seumur hidup itu, perlu keuangan yang berkecukupan. Dan ini 4 hal yang bisa kamu lakukan guna mempersipakan dana pernikahan impian.

#1. Mulai sisihkan gaji untuk biaya pernikahan

Hal yang perlu dilakukan untuk mengumpulkan dana pernikahan tentu saja dengan menabung.

Mulailah dengan menyisihkan beberapa persen dari pemasukan untuk biaya pernikahan. Misalkan Anda beserta calon istri/suami keduanya bekerja, komitmen untuk menyisihkan uang untuk tabungan biaya pernikahan.

#2. Rencanakan anggaran pernikahan

Dengan rencana penting, maka Anda perlu melakukan perencanaan untuk anggaran pernikahan. Rencanakan anggaran pernikahan dengan tepat sehingga bisa memprediksi tentang berapa besaran yang harus dikeluarkan.

Atur rencana keuangan untuk pernikahan dengan calon atau orang tua atau kerabat, teman yang mungkin sudah menikah.

#3. Investasi

Selain menabung, hal lain yang bisa Anda lakukan untuk mempersiapkan dana pernikahan adalah mulai berinvestasi.

Dengan berinvestasi, Anda bisa mendapatkan pendapatan tambahan sehingga bisa membantu keuangan untuk biaya pernikahan nanti.

#4. Atur acara sendiri

Hal lain yang bisa Anda lakukan untuk melangsungkan pernikahan adalah dengan mengatur acara sendiri. Dengan menggunakan WO mungkin Anda bisa lebih bersantai, tetapi biaya untuk WO sendiri terbilang mahal sehingga bila memungkinkan – Anda bisa mengatur acara pernikahan sendiri dengan bantuan teman terdekat.

Dengan melakukan hal ini, Anda bisa lebih menghemat anggaran untuk pernikahan.

So,¬†kapan kapan? ūüėõ

Kemenkominfo Sarankan Tak Usah Bayar Utang ke Fintech Ilegal

Akhir-akhir ini, Fintech ilegal semakin marak dan memakan banyak korban khususnya pada bidan peminjaman dana secara online.

Dengan kemudahan yang ditawarkan, Fintech tersebut menawarkan pinjaman dengan secara online. Peminjam sendiri banyak yang tergiur lantaran hanya perlu mengisi data serta melakukan pengiriman identitas berupa foto. Setelah memenuhi persyaratan tersebut, Fintech akan mengirikan dana pinjaman kepada pemohon.

Meskipun ini terlihat mudah dan sangat membantu, hanya saja bunga yang diterapkan oleh Fintech ini sering kali membuat peminjam harus berurusan dengan pihak Fintech karena terlambat membayar atau hal lainnya.

Tidak sedikit cerita dari peminjam online yang dikejar-kejar oleh penagih hutang dari Fintech dan meneror peminjam hingga menghubngi keluarga hingga teman dari si peminjam guna memberitahukan kepada keluarga atau teman si peminjam untuk segera melunisi pinjaman yang dilakukan kepada pihak Fintech.

Melihat fenomena Fintech ilegal ini, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kemenkominfo) Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan peminjam tidak usah membayar uang yang dipinjam dari pihak Fintech ilegal karena kegiatan usaha dari Fintech ilegal sendiri merupakan hal yang tidak legal.

Laporkan Fintech bermasalah

Semuel mengatakan bahwa peminjam tidak memiliki kewajiban karena Fintech ilegal melakukan bisnisnya secara ilegal pula. Ia juga meminta kepada masyarakat tidak perlu takut jika berhadapan dengan Fintech ilegal dan melaporkan Fintech ilegal yang bermasalah.

Sejauh ini, Fintech yang legal dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan(OJK) ‘baru’ sebanyak 73 saja.

Masyarakat diminta oleh Semuel untuk lebih aktif melihat daftar Fintech yang legal di OJK. Jika masyarakat bisa menginstall aplikasi Fintech, seharusnya masyrakat juga bisa mengecek terlebih dahulu daftar Fintech yang sudah diregulasi oleh OJK yang disediakan di website OJK.

Semuel menyarakankan masyarakat untuk menggunakan jasa Fintech yang memang sudah terdaftar di OJK untuk menghindari hal-hal negatif seperti yang terdengar di berita. Ia juga menyarakankan masyarakat tidak perlu takut melaporkan apabila ditemui Fintech yang diduga bermasalah dan tidak memiliki izin untuk beroperasi.

Sewa Rumah atau Nyicil Rumah?

Rumah merupakan salah satu barang yang saat ini termasuk sulit dimiliki oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Dengan harga properti yang terus meningkat, memiliki rumah menjadi salah satu hal yang paling banyak diinginkan oleh masyarakat Indonesia.

Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memiliki rumah sendiri, dan akhirnya harus menyewa rumah untuk tempat tinggal.

Sebenarnya, menyewa rumah untuk tempat tinggal tidak ada salahnya. Tetapi tentu saja kita harus memiliki tujuan untuk bisa membeli rumah sendiri daripada harus menyewa seumur hidup.

Yang menjadi kendala, terkadang kita dihadapkan pada permasalahan cukup pelik. Apakah menyewa rumah lalu menabung membeli rumah, atau mencari KPR untuk bisa memiliki rumah dengan sistem cicilan yang cukup lama.

Mana yang lebih baik dari dua pilihan tersebut?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut sebenarnya bisa tergantung dari persepsi seseorang, tetapi beberapa pertimbangan berikut bisa menjadi acuan untuk Anda memutuskan memilih yang mana.

Hitung pendapatan

Bagi pasangan yang baru menikah atau keluarga kecil yang terhitung baru, mungkin untuk bisa langsugn memiliki rumah adalah sesuatu hal yang cukup sulit. Hal ini sangat wajar mengingat harga rumah yang tidak murah.

Jika harus memilih mencicil rumah atau menyewa, sebaiknya sesuaikan dengan pendapatan. Apabila pendapatan keluarga kecil tersebut memungkinkan untuk mencicil rumah, sebaiknya mulai menabung untuk bisa membeli rumah dengan cara mencicil.

Bandingkan harga sewa rumah dan cicilan rumah

Coba bandingkan pengeluaran ketika menyewa rumah dengan membayar cicilan rumah. Mungkin menyewa rumah akan lebih murah, tetapi menyewa tetaplah menyewa dan itu tidak bisa menjadi hak milik.

Jika memang pengeluaran sewa rumah dan mencicil rumah tidak begitu jauh, alangkah lebih baiknya untuk mempertimbangkan membeli rumah dengan mencicil.

Survei harga, lokasi dan KPR

Jika menyewa rumah untuk beberapa waktu sebelum bisa mengumpulkan uang untuk DP rumah sah-sah saja. Tetapi alangkah lebih baik jangan sampai menyewa rumah lebih lama dan tidak berusaha untuk memiliki rumah sendiri.

Mau bagaimana pun, rumah biasanya akan terus naik harga beli nya sehingga menunda membeli rumah nantinya akan membuat Anda akan lebih sulit membeli rumah karena harga yang terus naik.

Mulai alokasikan uang khusus untuk rumah

Jika memang Anda atau pasangan memiliki kemampuan keuangan yang cukup, sebaiknya mulailah untuk mengalokasikan uang khusus untuk membeli rumah.

Dengan mengalokasi uang untuk membeli rumah, nantinya membeli rumah akan lebih memungkinkan.

Kesimpulannya adalah, menyewa rumah tidak ada salahnya, tetapi jika bisa membeli rumah dengan cicilan juga tidak salah. Anda hanya tinggal memilih mau yang mana.

Ini Daftar Perusahaan Ventura Yang Terdaftar di OJK

Semakin berkembangnya teknologi juga mendorong berbagai perubahan dalam model bisnis. Tentunya, adanya model bisnis yang mengadopsi teknologi adalah salah satu yang paling banyak di-incar lantaran kemudahan dan keuntungan besar yang ditawarkan.

Meskipun menjanjikan, masyarakat Indonesia yang tertarik pada berbagai jenis investasi harus berhati-hati sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Nyatanya, masih banyak perusahaan yang belum memiliki legalitas dari Otoritas Jasa Keuangan(OJK) sehingga ini sangat riskan karena tidak ada perlindungan terhadap konsumen.

Jika ANda ingin berinvestasi ke salah satu perusahaan apa pun, sebaiknya pastikan bahwa perusahaan itu telah terdaftar di OJK.

Nah, berbicara tentang investasi tadi Рsalah satu perusahaan modal ventura atau venture capital menjadi jenis investasi yang saat ini banyak dilirik oleh investor Indonesia.

Apa itu perusahaan modal ventura? perusahaan yang bukan bank yang memberikan layanan untuk berinvestasi dengan resiko yang terbilang cukup tinggi. Cara investasi ini adalah pemodalan untuk perusahaan/usaha yang berjalan sehingga keuntungan akan didapatkan oleh penanam modal.

Meskipun beresiko tinggi, jenis modal ventura banyak dilirik lantaran keuntungan yang ditawarkan pun sangat besar. Keuntungan besar berbanding lurus dengan resiko yang besar pula.

Daftar perusahaan modal ventura yang terdaftar di OJK

Jika Anda berminat untuk mulai berinvestasi jenis ventura ini, maka hal yang perlu Anda lakukan adalah dengan mengecek reputasi dari perusahaan penyedia jenis investasi ini. Salah satu yang utama yang pasti harus Anda cek apakah perusahaan tersebut sudah terdaftar di OJK.

Untuk melihat daftar perusahaan venture capital yang sudah terdaftar di OJK, Anda dapat melihat daftar berikut :

1. PT Astra Vitra Ventura
2. PT Bina Artha Ventura
3. PT Celebes Artha Ventura
4. PT Ivaro Ventura
5. PT Lima Ventura
6. PT Sarana Kalsel Ventura
7. PT Sarana Lampung Ventura
8. PT Sosial Entreprener Indonesia
9. PT Vasham Kosa Sejahtera
10. PT Ventura Ginat Asia
11. PT Ventura Investasi Prima
12. PT Ventura Investasi Utama
13. PT Venturas Tunai Capital
14. PT Sarana Jakarta Ventura
15. PT Dana Mandiri Sejahtera
16. PT Mitra Bisnis Keluarga Ventura
17. PT Sarana Jatim Ventura
18. PT Sarana Sulut Ventura
19. PT Maju Raya Sejahtera
20. PT Sarana Jabar Ventura
21. PT Sarana Sumatera Barat Ventura
22. PT Bahana Artha Ventura
23. PT Sarana Sulteng Ventura
24. PT Selaparang Finansial
25. PT Sarana Kaltim Ventura
26. PT Sarana Surakarta Ventura
27. PT Sarana Bali Ventura
28. PT Sarana Jateng Ventura
29. PT Sarana Papua Ventura
30. PT Sarana Sulsel Ventura
31. PT Sarana Jambi Ventura
32. PT Sarana NTB Ventura
33. PT Sarana Yogya Ventura
34. PT Sarana Kalbar Ventura
35. PT Sarana Nusa Tenggara Timur Ventura
36. PT Sarana Sumut Ventura
37. PT Sarana Sultra Ventura
38. PT Sarana Riau Ventura
39. PT Sarana Maluku Ventura
40. PT Insan Mulia Investasi
41. PT Ventura Cakrawal Investama
42. PT Sarana Kalteng Ventura
43. Suwadana Ventura Capital
44. PT Sarana Aceh Ventura
45. PT Techo Venture Business Synergy
46. PT Esta Dana Ventura
47. PT Mandiri Capital Indonesia
48. PT Nusa Makmur Ventura
49. PT Corpus Prima Ventura
50. PT Cakrabuana Ventura Indonesia
51. PT Reliance Modal Ventura
52. PT Modal Ventura YCAB
53. Capital Global Ventura
54. PT Asia Pasific Ventura
55. PT Central Capital Ventura
56. PT Kresna Ventura Kapital
57. PT PNM Ventura Capital
58. PT Sarana Bengkulu Ventura
59. PT Modal Nusantara Ventura
60. PT Karya Ventura
61. PT Nasorasudha Mega Ventura
62. PT Permodalan BMT Ventura
63. PT PNM Ventura Syariah
64. PT Amanah Ventura Syariah
65. PT Persada Ventura Syariah

Mengapa Bank Syariah Kurang Diminati Masyarakat?

Bank Syariah merupakan bank yang menggunakan sistem perbankan sesuai dengan hukum syariah Islam. Meskipun bank Syariah menggunakan sistem perbankan Islam, tetapi nasabah non-Islam pun juga bisa menjadi nasabah bank Syariah dimana pun itu termasuk di Indonesia.

Di Indonesia sendiri, bank Syariah masih kalah dominan dengan bank konvensional.

Kedigdayaan bank konvensional dibandingkan bank Syariah memang tidak bisa dipisahkan dengan masih banyaknya ketidak tahuaan masyarakat Indonesia tentang sistem perbankan Syariah.

Sistem Syariah sendiri di Indonesia memang kurang diminati karena sejak dahulu sistem bank di Indonesia lebih mengarah ke arah konvensional. Tak heran jika sistem perbankan Syariah di Indonesia menjadi kurang diminati.

Sebenarnya, ada 3 faktor utama yang membuat masyarakat Indonesia kurang berminat dengan bank Syariah. Diantaranya adalah :

#1. Steorotipe bank Syariah hanya untuk muslim

Seperti yang telah dijelaskan diatas, bank Syariah meskipun menggunakan hukum Islam dalam menjalankan aktivitas perbankan – ini tidak serta merta hanya diperuntukkan untuk nasabah yang beragama Islam saja atau khusus untuk Muslim.

Steorotipe tentang bank Syariah hanya diperuntukkan khusus untuk Muslim menjadi salah satu hal yang membuat bank syariah kurang diminati di Indonesia.

#2. Bank Syariah memiliki produk terbatas

Bank Syariah sama seperti bank konvensional lainnya dan tentu saja bank Syariah juga memiliki berbagai produk yang ditawarkan untuk para konsumennya.

Masih banyak anggapan bahwa bank Syariah tidak memiliki banyak produk atau produk terbatas, faktanya, bank Syariah juga memiliki berbagai jenis produk yang bisa ditawarkan ke nasabah mulai dari tabungan syariah, kartu kredit syariah, deposito syariah, pembiayaan syariah, asuransi syariah dan sebagainya.

#3. Tidak ada untung

Menabung di bank konvensional, biasanya para nasabah akan ditawarkan berbagai keuntungan yang bisa didapat. Bank konvensional juga menawarkan produk seperti deposito dengan bunga yang cukup tinggi sehingga membuat nasabah lebih menyukai bank konvensional karena secara umum dianggap lebih menguntungkan.

Sebenarnya, bank Syariah juga bukannya tanpa memberikan keuntungan bagi para nasabahanya. Hanya saja, bank Syariah menerapkan cara yang sedikit berbeda. Bank Syariah menggunakan prinsip bagi hasil yang berbeda dengan bank konvensional, sehingga ini juga bisa memberikan keuntungan bagi nasabah.

Dari pemaparan diatas, semoga bisa membantu kamu untuk lebih mengerti bahwa bank Syariah juga tidak kalah menguntungkan dibandingkan bank konvensional.

Hal Yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Tarik Tunai Dari Kartu Kredit

Kartu Kredit saat ini menjadi hal yang banyak digunakan khususnya karena semakin maraknya e-commerce. Berbagai kartu kredit berlomba-lomba memberikan tawaran menarik, mulai dari potongan harga, cash back dan lainnya. Kemajuan e-commerce yang juga merupakan mitra kartu kredit menambah pesona kartu ini kepada masyarakat Indonesia.

Akibat dari semakin mudahnya membuat kartu kredit, tak sedikit orang yang salah dalam mengelola keuangan karena lebih boros akibat pengguaan kartu kredit ini. Jika tidak bijak, penggunaan kartu kredit bukannya menguntungkan malah membuat pengguna menjadi boros.

Ada banyak sekali manfaat memiliki kartu kredit, hal yang pasti ditawarkan oleh kartu kredit adalah kemudahan. Meskipun menawarkan kemudahan, bukan berarti kamu bisa menggunakan kartu kredit tanpa aturan.

Ada beberapa hal yang ditawarkan oleh kartu kredit seperti tarik tunai, tetapi ada hal yang perlu kamu ketahui jika ingin melakukan tarik tuani dengan kartu kredit yang kamu miliki.

 #1. Dilunasi tepat waktu

Ketika kamu ingin melakukan tarik tunai dengan kartu kredit, hal yang wajib kamu lakukan adalah pembayaran penuh pada waktu yang tepat. Pembayaran tepat waktu sangat perlu dilakukan jika tidak ingin dikejar-kejar penagih utang atau permasalahan baru lainnya.

#2. Penarikan uang dari Kartu Kredit ada biayanya!

Tujuan adanya fasilitas tarik tunai di kartu kredit bukan menjadi fitur utama. Penarikan uang melalui kartu kredit hanyalah fitur yang disediakan untuk tujuan darurat.

Penarikan uang melalui kartu kredit biasanya dikenakan bunga hingga 4 persen. Bayangkan jika kamu mengambil uang 10 juta dan harus membayar 400 ribu(4 persen dari 10 juta) karena menarik uang 10 juta dari kartu kredit mu.

#3. Semakin besar limit semakin besar tagihannya

Sistem kartu kredit adalah memberikan limit berdasarkan kemampuan, tetapi tak jarang orang memiliki kartu kredit dengan limit yang cukup jauh dari penghasilan utamanya. Yang perlu kamu ketahui adalah, semakin besar limit yang kamu miliki, maka jumlah tagihan kartu kredit akan memiliki bunga yang lebih besar, ini termasuk ketika kamu ingin melakukan tarik tunai dari kartu kredit.

#4. Jangan tarik tunai dari kartu kredit jika tidak mendesak

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, fitur penarikan tunai dari kartu kredit bukanlah fitur utama dari kartu kredit itu sendiri. Memang setiap pemilik kartu kredit bisa mengambil tarik tunai, tetapi yang perlu diingat – bunga penarikan uang melalui kartu kredit cukup besar, sehingga jangan pernah melakukan tarik tunai kecuali dalam keadaan mendesak melalui kartu kredit.

Demikian beberapa hal yang perlu kamu ketahui sebelum melakukan tarik tunai melalui kartu kredit. Bijaklah menggunakan kartu kredit, karena dibalik kemudahan – ada hal buruk yang bisa didapatkan jika tak digunakan secara bijak. Salam.

Cara Hemat Pengeluaran Untuk Rumah Tangga

Ketika sudah berumah tangga, masalah menjadi hal krusial yang harus dikelola dengan baik. Salah mengelola keuangan, hancurlah sudah banyak hal khususnya bagi keluarga yang belum memiliki banyak tabungan.

Permasalahan mengelola keuangan bukan hanya dibutuhkan bagi mereka yang memiliki penghasilan besar, justru mengelola keuangan harus diterapkan dari berapa pun penghasilan keluarga tersebut. Mengelola keuangan yang baik pastinya membuat keuangan dalam keluarga kecil menjadi lebih teratur.

Ada beberapa tips untuk menghemat pengeluaran untuk rumah tangga. Dengan melakukan beberapa tips ini РAnda bersama keluarga bisa lebih hemat tetapi juga tidak menyampingkan untuk mencari hiburan. Karena apalah artinya menghemat tetapi tidak bisa menikmati hidup bukan? itu sih bukan hemat lagi tetapi kikir!

Nah, tips apa saja yang bisa Anda yang telah berkeluarga bisa lakukan untuk menghemat pengeluaran?

1. Berlangganan paket internet di rumah

Saat ini, internet bisa dikatakan menjadi salah satu kebutuhan yang cukup utama. Bukan hanya untuk media sosial, internet saat ini juga sangat dibutuhkan untuk pekerjaan, belajar, hiburan dan lainnya.

Beberapa penyedia layanan internet di Indonesia juga menyertakan paket untuk internet+tv berlangganan. Ini bisa menjadi alternatif untuk hiburan di rumah sehingga tidak perlu sering-sering keluar.

2. Berburu diskon? why not!

Saat ini, berbagai platform layanan e-commerce bermunculan. Berbagai platform saling perang diskon dan promo. Ini tentu sangat menguntungkan bagi konsumen.

Anda bisa mendapatkan beberapa diskon dan promo bila cerdik untuk mencari informasi. Jadi, tidak ada salahnya sering mencari informasi diskon dan siapa tau sedang ada diskon untuk barang yang memang diperlukan. Ingat, ini khusus untuk barang yang memang dibutuhkan!

3. Mencari asuransi ramah kantong

Jika Anda saat ini telah memiliki asuransi, apakah premi yang dibayarkan memberatkan? jika jawabannya iya, maka sebaiknya coba potong premi yang ada.

Dengan mengurangi premi, memang membuat Anda mengalami pengurangan asuransi dalam beberapa hal – tetapi ini tidak masalah karena kecenderungan tidak berpengaruh banyak.

4. Hiburan murah meriah

Jangan karena ingin berhemat tetapi Anda dan keluarga tidak mendapat hiburan sama sekali. Selain dengan internet, Anda juga bisa memanfaatkan berbagai hiburan murah bahkan gratis yang ada disekitar bersama keluarga.

Mengujungi museum atau kebun binatang atau taman bersama keluarga bisa menjadi hiburan murah meriah.

5. Kerjakan pekerjaan harian mandiri

Jika masih memungkinkan, alangkah lebih baik untuk mengerjakan pekerjaan harian di rumah sendiri. Pekerjaan seperti mencuci pakaian, membersihkan rumah dan sejenisya lebih baik jika dikerjakan sendiri.

Tidak menggunakan jasa Asisten Rumah Tangga akan membuat pengeluaran bulanan berkurang.

Ini Isu Yang Akan Diangkat Indonesia di Pertemuan IMF-WB 2018

Indonesia akan mendapat kesempatan menjadi tuan rumah pertemuan International Monetary Fund(IMF)-World Bank(WB) di Bali dan ini akan membuat Indonesia diprediksi mendapat banyak keuntungan meskipun pada pertemuan ini РIndonesia harus merogoh kocek cukup dalam untuk menjadi tuan rumah.

Ada sejumlah agenda yang akan dibahas oleh negara-negara yang akan bertemu di Bali nanti. Sebagai tuan rumah, tentu Indonesia memiliki keistimewaan khususnya untuk mengangkat isu-isu penting pada pertemuan IMF-WB 2018 ini.

Beberapa gagasan serta isu penting yang dibahas Indonesia pada forum IMF-WB 2018 ini bisa mendongkrak perekonomian Indonesia khususnya ditengah berbagai gempuran berbagai krisis yang terjadi pada beberapa negara. Indonesia mau tidak mau harus mempersiapkan berbagai kemungkinan yang ada untuk bisa mengantisipasi berbagai dampak krisis yang terjadi dari negara lain.

Ada beberapa isu yang akan diangkat oleh Indonesia pada pertemuan IMF-WB nanti, diantaranya :

Penguatan IMS

Penguatan International Monetary System(IMS) menjadi salah satu isu penting yang dibahas pada pertemuan IMF-WB di Bali nanti. Ini terkait dengna berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh negara maju yang bisa mempengaruhi ekonomi global khususnya akan berdampak pada negara berkembang.

Perlu penguatan sehingga jika terjadi konflik antar negara maju, atau kebijakan yang dikeluarkan tidak mengganggu secara signifikan kondisi ekonomi global seperti saat ini.

Teknologi keuangan digital

Isu penting lain yang akan dibahas tentu mengenai Fintech. Fintech menjadi salah satu kemajuan karena memberikan banyak kemudahan bagi ekonomi, bisnis dan hal terkait.

Saat ini, kebijakan dan regulasi tentang Fintech belum final sehingga perlu pembicaraan lebih lanjut mengenai Fintech dan teknologi keuangan digital lainnya dalam forum IMF-WB 2018 nanti.

Mendorong ekonomi secara berkelanjutan

Ekonomi yang sudah berjalan perlu memiliki keberlanjutan. Dengan pembangunan infrastruktur serta pembangunan lain, perlu adanya kerjasama pihak swasta dan pemerintah.

Isu ini sangat penting untuk diangkat sehingga bisa mendapatkan regulasi dan aturan yang lebih jelas.

Keuangan Syariah

Keuangan Syariah merupakan metode pengelolaan uang berdasarkan nilai-nilai Islam.

Meskipun Syariah, permasalahan tentang pengelolaan uang dengan sistem Syariah seperti bank bukan hanya diperuntukkan bagi kaum Muslim saja – ini pun bisa digunakan oleh siapa saja tanpa terkecuali.

Isu tentang pengeuatan keuangan sistem Syariah juga merupakan topik yang perlu dibawa di pertemuan IMF-WB 2018 mendatang.

Isu-isu tadi bisa menjadi isu penting yang bukan hanya menguntungkan Indonesia sebagai tuan rumah, tetapi juga memberikan manfaat bagi ekonomi negara yang juga turut andil dalam pertemuan tersebut.

OJK Didesak Tertibakan Fintech Yang Teror Konsumen

Perkembangan teknologi memang terasa begitu bermanfaat bagi kehidupan manusia saat ini. Kepraktisan yang ditawarkan teknologi membuat banyak hal kini berubah secara drastis, mulai dari kebutuhan primer, sekunder dan tersier – semuanya kini bisa terbantu berkat adanya peran teknologi.

Dari sisi keuangan, teknologi juga turut mendorong banyak kemajuan. Salah satunya tentu adalah dengan kehadiran Fintech, sebuah layanan yang memadukan antara ilmu keuangan dengan teknologi terkini.

Fintech di Indonesia pun kini bertumbuh seperti tidak ada habisnya. Berbagai inovasi terus ditawarkan para pelaku startup yang ada di Indonesia maupun startup luar untuk ditawarkan pada masyarakat Indonesia.

Kemajuan Fintech yang memiliki efek positif tentu mengandung hal negatif pula, dan ini pula yang sedang ramai dibicarakan akhir-akhir ini.

Beberapa perusahaan Fintech banyak yang bermasalah dan dipanggil oleh  Otoritas Jasa Keuangan(OJK) untuk melakukan beberapa validasi dan klarifikasi mengenai layanan Fintech yang ditawarkan. Tak sedikit desakan untuk OJK untuk menertibkan OJK yang tidak ramah konsumen bahkan meneror segera ditertibkan.

YLKI desak OJK tertibkan Fintech bermasalah

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia(YLKI) mengatakan banyak menerima aduan mengenai Fintech yang bermasalah terhadap konsumen. Permasalahan ini seperti teror yang dilakukan terhadap konsumen hingga bunga yang diterapkan oleh perusahaan Fintech yang sangat tinggi.

Memang beberapa kali kasus terhadap penggunaan jasa Fintech sempat viral, seperti kasus peminjaman dana secara online. Saat tenggat waktu yang ditentukan konsumen belum mampu melunasi, perwakilan Fintech melakukan penagihan yang dinilai berlebihan karena juga turut melakukan teror.

Selain teror, tak sedikit agen dari Fintech tertentu melakukan penyalahgunaan data sehingga mereka bisa menggunakan data seperti nomor telepon keluarga, kerabat hingga bos untuk memberi tahu terkait hutang yang sedang dimiliki oleh konsumen Fintech tersebut.

Teror-teror seperti ini dinilai berlebihan sehingga OJK diharapkan bisa menindak perusahaan Fintech yang sudah terbukti melakukan cara-cara seperti ini.

Data yang dimiliki YLKI, setidaknya dari 300 perusahaan Fintech yang beredar saat ini, hanya sekitar 64 perusahaan saja yang telah memiliki izin resmi dari OJK.

Memang perlu regulasi yang lebih jelas mengenai Fintech yang ada di Indonesia. Selain memang bisa merugikan konsumen, Fintech yang tidak memiliki regulasi juga bisa terindikasi melakukan penyalahgunaan data sehingga akan merugikan konsumen bukan hanya dari sisi tunggakan yang terlalu tinggi, tetapi juga dari sisi privacy.

Apa Itu Dana Darurat?

Permasalahan keuangan memang sangat menarik untuk diperbincangkan. Masalah keuangan selain memang harus dipahami, ini juga harus dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu mendapatkan keuangan yang lebih baik.

Pemahaman tentang keuangan bagi sebagian orang mungkin tidak begitu penting. Anggapan semacam ini tentu saja keliru, karena berapa pun penghasilan atau gaji yang Anda dapat, pemahan mengenai keuangan dan pengelolaannya sangatlah penting untuk dipelajari.

Salah satu hal yang perlu dipraktekkan dan dipelajari adalah tentang dana darurat.

Apa itu dana darurat?

Seperti namanya, dana darurat tentu saja diperutukkan untuk keadaan yang darurat. Sangat penting sekali mempersiapkan satu tabungan untuk keadaan darurat karena jika tidak, maka ini bisa mengganggu keuangan Anda secara menyeluruh.

Siapa yang butuh dana darurat?

Jika sudah mengetahui tentang apa itu dana darurat, pertanyaan selanjutnya adalah siapa yang membutuhkan dana darurat? jawabannya adalah semua orang kecuali mungkin jika Anda yakin memiliki aset yang bernilai besar sehingga bisa meng-cover berbagai pengeluaran mendadak.

Anggpalh saat ini Anda sedang bekerja dan hanya dari gaji yang Anda terima penghasilan yang bisa Anda dapatkan. Bagaimana jika hal buruk menimpa Anda seperti di PHK atau mungkin harus mengeluarkan uang dalam jumlah besar karena kebutuhan mendesak?

Hal yang pasti dilakukan jika tidak memiliki dana darurat tentu saja menggunakan uang tabungan yang Anda miliki. Cara lain mungkin Anda akan menjual aset yang Anda miliki saat ini untuk mendapat uang untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Hal berbeda akan Anda rasakan jika memiliki dana darurat. Anda bisa menggunakan dana darurat untuk kebutuhan mendesak sehingga Anda tidak kaget harus mengeluarkan uang banyak dari tabungan atau bahkan sampe harus menjual aset yang Anda miliki saat ini.

Cara menabung untuk dana darurat

Untuk bisa memiliki dana darurat, tentu saja Anda harus menabung dan menyisihkan penghasilan Anda khusus untuk dana darurat. Anggaplah saat ini Anda berpenghasilan dari gaji, ini bisa Anda sisihkan 10 persen untuk dana darurat.

Jangan pernah mengambil uang dari dana darurat kecuali memang itu merupakan sesuatu yang mendesak.

Selain itu, Anda harus berkomitmen untuk terus menyisihkan penghasilan Anda untuk darurat dan tidak menggunakannya selain untuk keperluan mendesak.

Dengan menabung khusus untuk dana darurat, Anda telah mempersiapkan rencana keuangan yang baik sehingga telah mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan jika terjadi kedepannya.