Ini Isu Yang Akan Diangkat Indonesia di Pertemuan IMF-WB 2018

Indonesia akan mendapat kesempatan menjadi tuan rumah pertemuan International Monetary Fund(IMF)-World Bank(WBdi Bali dan ini akan membuat Indonesia diprediksi mendapat banyak keuntungan meskipun pada pertemuan ini – Indonesia harus merogoh kocek cukup dalam untuk menjadi tuan rumah.

Ada sejumlah agenda yang akan dibahas oleh negara-negara yang akan bertemu di Bali nanti. Sebagai tuan rumah, tentu Indonesia memiliki keistimewaan khususnya untuk mengangkat isu-isu penting pada pertemuan IMF-WB 2018 ini.

Beberapa gagasan serta isu penting yang dibahas Indonesia pada forum IMF-WB 2018 ini bisa mendongkrak perekonomian Indonesia khususnya ditengah berbagai gempuran berbagai krisis yang terjadi pada beberapa negara. Indonesia mau tidak mau harus mempersiapkan berbagai kemungkinan yang ada untuk bisa mengantisipasi berbagai dampak krisis yang terjadi dari negara lain.

Ada beberapa isu yang akan diangkat oleh Indonesia pada pertemuan IMF-WB nanti, diantaranya :

Penguatan IMS

Penguatan International Monetary System(IMS) menjadi salah satu isu penting yang dibahas pada pertemuan IMF-WB di Bali nanti. Ini terkait dengna berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh negara maju yang bisa mempengaruhi ekonomi global khususnya akan berdampak pada negara berkembang.

Perlu penguatan sehingga jika terjadi konflik antar negara maju, atau kebijakan yang dikeluarkan tidak mengganggu secara signifikan kondisi ekonomi global seperti saat ini.

Teknologi keuangan digital

Isu penting lain yang akan dibahas tentu mengenai Fintech. Fintech menjadi salah satu kemajuan karena memberikan banyak kemudahan bagi ekonomi, bisnis dan hal terkait.

Saat ini, kebijakan dan regulasi tentang Fintech belum final sehingga perlu pembicaraan lebih lanjut mengenai Fintech dan teknologi keuangan digital lainnya dalam forum IMF-WB 2018 nanti.

Mendorong ekonomi secara berkelanjutan

Ekonomi yang sudah berjalan perlu memiliki keberlanjutan. Dengan pembangunan infrastruktur serta pembangunan lain, perlu adanya kerjasama pihak swasta dan pemerintah.

Isu ini sangat penting untuk diangkat sehingga bisa mendapatkan regulasi dan aturan yang lebih jelas.

Keuangan Syariah

Keuangan Syariah merupakan metode pengelolaan uang berdasarkan nilai-nilai Islam.

Meskipun Syariah, permasalahan tentang pengelolaan uang dengan sistem Syariah seperti bank bukan hanya diperuntukkan bagi kaum Muslim saja – ini pun bisa digunakan oleh siapa saja tanpa terkecuali.

Isu tentang pengeuatan keuangan sistem Syariah juga merupakan topik yang perlu dibawa di pertemuan IMF-WB 2018 mendatang.

Isu-isu tadi bisa menjadi isu penting yang bukan hanya menguntungkan Indonesia sebagai tuan rumah, tetapi juga memberikan manfaat bagi ekonomi negara yang juga turut andil dalam pertemuan tersebut.

OJK Didesak Tertibakan Fintech Yang Teror Konsumen

Perkembangan teknologi memang terasa begitu bermanfaat bagi kehidupan manusia saat ini. Kepraktisan yang ditawarkan teknologi membuat banyak hal kini berubah secara drastis, mulai dari kebutuhan primer, sekunder dan tersier – semuanya kini bisa terbantu berkat adanya peran teknologi.

Dari sisi keuangan, teknologi juga turut mendorong banyak kemajuan. Salah satunya tentu adalah dengan kehadiran Fintech, sebuah layanan yang memadukan antara ilmu keuangan dengan teknologi terkini.

Fintech di Indonesia pun kini bertumbuh seperti tidak ada habisnya. Berbagai inovasi terus ditawarkan para pelaku startup yang ada di Indonesia maupun startup luar untuk ditawarkan pada masyarakat Indonesia.

Kemajuan Fintech yang memiliki efek positif tentu mengandung hal negatif pula, dan ini pula yang sedang ramai dibicarakan akhir-akhir ini.

Beberapa perusahaan Fintech banyak yang bermasalah dan dipanggil oleh  Otoritas Jasa Keuangan(OJK) untuk melakukan beberapa validasi dan klarifikasi mengenai layanan Fintech yang ditawarkan. Tak sedikit desakan untuk OJK untuk menertibkan OJK yang tidak ramah konsumen bahkan meneror segera ditertibkan.

YLKI desak OJK tertibkan Fintech bermasalah

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia(YLKI) mengatakan banyak menerima aduan mengenai Fintech yang bermasalah terhadap konsumen. Permasalahan ini seperti teror yang dilakukan terhadap konsumen hingga bunga yang diterapkan oleh perusahaan Fintech yang sangat tinggi.

Memang beberapa kali kasus terhadap penggunaan jasa Fintech sempat viral, seperti kasus peminjaman dana secara online. Saat tenggat waktu yang ditentukan konsumen belum mampu melunasi, perwakilan Fintech melakukan penagihan yang dinilai berlebihan karena juga turut melakukan teror.

Selain teror, tak sedikit agen dari Fintech tertentu melakukan penyalahgunaan data sehingga mereka bisa menggunakan data seperti nomor telepon keluarga, kerabat hingga bos untuk memberi tahu terkait hutang yang sedang dimiliki oleh konsumen Fintech tersebut.

Teror-teror seperti ini dinilai berlebihan sehingga OJK diharapkan bisa menindak perusahaan Fintech yang sudah terbukti melakukan cara-cara seperti ini.

Data yang dimiliki YLKI, setidaknya dari 300 perusahaan Fintech yang beredar saat ini, hanya sekitar 64 perusahaan saja yang telah memiliki izin resmi dari OJK.

Memang perlu regulasi yang lebih jelas mengenai Fintech yang ada di Indonesia. Selain memang bisa merugikan konsumen, Fintech yang tidak memiliki regulasi juga bisa terindikasi melakukan penyalahgunaan data sehingga akan merugikan konsumen bukan hanya dari sisi tunggakan yang terlalu tinggi, tetapi juga dari sisi privacy.

Apa Itu Dana Darurat?

Permasalahan keuangan memang sangat menarik untuk diperbincangkan. Masalah keuangan selain memang harus dipahami, ini juga harus dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu mendapatkan keuangan yang lebih baik.

Pemahaman tentang keuangan bagi sebagian orang mungkin tidak begitu penting. Anggapan semacam ini tentu saja keliru, karena berapa pun penghasilan atau gaji yang Anda dapat, pemahan mengenai keuangan dan pengelolaannya sangatlah penting untuk dipelajari.

Salah satu hal yang perlu dipraktekkan dan dipelajari adalah tentang dana darurat.

Apa itu dana darurat?

Seperti namanya, dana darurat tentu saja diperutukkan untuk keadaan yang darurat. Sangat penting sekali mempersiapkan satu tabungan untuk keadaan darurat karena jika tidak, maka ini bisa mengganggu keuangan Anda secara menyeluruh.

Siapa yang butuh dana darurat?

Jika sudah mengetahui tentang apa itu dana darurat, pertanyaan selanjutnya adalah siapa yang membutuhkan dana darurat? jawabannya adalah semua orang kecuali mungkin jika Anda yakin memiliki aset yang bernilai besar sehingga bisa meng-cover berbagai pengeluaran mendadak.

Anggpalh saat ini Anda sedang bekerja dan hanya dari gaji yang Anda terima penghasilan yang bisa Anda dapatkan. Bagaimana jika hal buruk menimpa Anda seperti di PHK atau mungkin harus mengeluarkan uang dalam jumlah besar karena kebutuhan mendesak?

Hal yang pasti dilakukan jika tidak memiliki dana darurat tentu saja menggunakan uang tabungan yang Anda miliki. Cara lain mungkin Anda akan menjual aset yang Anda miliki saat ini untuk mendapat uang untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Hal berbeda akan Anda rasakan jika memiliki dana darurat. Anda bisa menggunakan dana darurat untuk kebutuhan mendesak sehingga Anda tidak kaget harus mengeluarkan uang banyak dari tabungan atau bahkan sampe harus menjual aset yang Anda miliki saat ini.

Cara menabung untuk dana darurat

Untuk bisa memiliki dana darurat, tentu saja Anda harus menabung dan menyisihkan penghasilan Anda khusus untuk dana darurat. Anggaplah saat ini Anda berpenghasilan dari gaji, ini bisa Anda sisihkan 10 persen untuk dana darurat.

Jangan pernah mengambil uang dari dana darurat kecuali memang itu merupakan sesuatu yang mendesak.

Selain itu, Anda harus berkomitmen untuk terus menyisihkan penghasilan Anda untuk darurat dan tidak menggunakannya selain untuk keperluan mendesak.

Dengan menabung khusus untuk dana darurat, Anda telah mempersiapkan rencana keuangan yang baik sehingga telah mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan jika terjadi kedepannya.

Bagaimana Cara Merdeka Secara Finansial?

Tepat hari ini, 17 Agustus diperingati sebagai perayaan kemerdekaan Indonesia yang ke-72. Selama 72 tahun sudah Indonesia merdeka dari penjajah, tetapi apakah kamu sudah merdeka?

Sebagai seorang warga negara yang sudah merdeka secara kenegaraan, tentu menjadi tanggung jawab sendiri untuk dapat mengisi kemerdekaan dengan berbagai hal positif. Salah satu hal nyata yang bisa dilakukan adalah dengan menjadi orang yang bisa merdeka secara finansial.

Merdeka secara finansial atau dalam bahasa Inggris disebut financial freedom merupakan kondisi dimana seseorang sudah memiliki berbagai hal penting dalam keuangan meliputi tabungan, investasi dan aset. Seseorang yang sudah merdeka secara finansial bearti tidak akan memiliki kekurangan dalam keuangan untuk kehidupannya.

Mungkin di Indonesia masih sedikit orang yang sudah merasakan merdeka secara finansial. Tidak sedikit masyarakat Indonesia yang hingga masa pensiun belum memiliki tabungan, aset dan lainnya sehingga menjalani hidup dengan keuangan yang pas-pasan bahkan kekurangan.

Untuk mencapai kemerdekaan dalam finansial, memang harus dilakukan sejak dini. Apa saja yang harus dilakukan sejak dini untuk mencapai kemerdekaan dalam finansial?

Investasi

Investasi bukan sesuatu hal yang baru bagi masyarakat Indonesia, tetapi apakah sudah banyak orang Indonesia yang sudah berinvestasi?

Berinvestasi merupakan salah satu kunci untuk mencapai kemerdekaan dalam finansial. Dengan investasi, maka uang yang kamu miliki bisa memiliki return yang lebih tinggi dan ini menjadi solusi terbaik jika ingin menghindari uang dari inflasi yang terjadi.

Berbisnis

Selain investasi, hal lain yang bisa dilakukan untuk mencari dan mendapatkan finansial yang lebih adalah dengan berbisnis.

Jika kamu saat ini telah bekerja, tetapi hanya mengandalkan gaji sebagai pemasukan utama, apakah ini akan menjamin untuk kebebasan secara finansial? jawabannya kemungkinan besar adalah tidak bisa!

Memulai bisnis merupakan jalan yang bisa diambil untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Tak sedikit orang berhenti bekerja dan fokus pada bisnis yang berkembang.

Aset produktif

Aset produktif bisa berupa kendaraan atau rumah yang tidak dihuni. Kamu bisa memanfaatkan rumah yang tidak dihuni untuk disewakan untuk mendapat penghasilan pasif. Selain itu, jika kamu memiliki mobil dan memiliki waktu senggang, ini bisa digunakan untuk menjadi taksi online.

Jika 3 hal tersebut bisa dimaksimalkan, merdeka secara finansial bukan lagi menjadi khayalan semata. Semoga berhasil!

Akankah AI Akan Mengubah Perbankan Lebih Baik?

Sebuah penelitian terbaru terhadap 34 bank besar di beberapa geografi (AS, UE, Singapura, Afrika, Australia, India) oleh Tim MEDICI menemukan bahwa 27 dari 34 bank ini telah menerapkan AI dalam fungsi front-office mereka dalam bentuk chatbots, virtual asisten, dan penasihat digital. Di seluruh wilayah ini, beberapa bank yang paling terkemuka di bidang ini adalah Bank of America, OCBC, ABN Amro, YES BANK, dll.

Aplikasi front-office jelas telah melihat peningkatan yang signifikan dalam intensitas, ruang lingkup, dan adopsi. Namun kenyataannya, strategi AI dalam industri perbankan AS jauh lebih beragam.

Otomasi adalah salah satu bidang yang lebih dieksplorasi aplikasi AI / ML. Perkiraan potensi pasar global RPA diproyeksikan menjadi $ 8,75 miliar pada 2024.

Semua bank besar di AS bereksperimen dengan AI di salah satu dari empat set aplikasi: penggunaan front-office; penggunaan back-office; perdagangan & manajemen portofolio di pasar keuangan; dan penggunaan pembelajaran AI dan mesin oleh lembaga keuangan untuk kepatuhan terhadap peraturan (RegTech) atau oleh otoritas publik untuk pengawasan (SupTech).

Di Asia, AI dapat menghasilkan nilai ekonomi antara $ 1,8 – $ 3 triliun per tahun pada tahun 2030, dihasilkan oleh pengenalan layanan & kategori produk baru, penghematan biaya yang timbul dari produk yang lebih baik, harga keseluruhan yang lebih rendah, dan peningkatan gaya hidup. Sementara dua ekonomi terbesar di dunia mendominasi penelitian dan pengembangan global di bidang kecerdasan buatan (AI), Credit Suisse mengharapkan Cina untuk datang pertama dalam lomba.

Diharapkan memiliki dampak ekonomi global

RPA diharapkan memiliki $ 6,7 triliun dampak ekonomi global, sebuah rencana yang akan menghasilkan pertumbuhan 40-45% dari pengeluaran global untuk teknologi.

Dalam salah satu podcast Provoke.fm, Brett King, JP Nicols, dan Philippe Van Fraechem (GM, Eropa Utara & Direktur Program Seluruh Dunia, EFMA) membahas di mana bank-bank dengan adopsi AI, menekankan peran pengalaman pelanggan dan keberhasilan pelanggan dalam membawa teknologi canggih ke area yang berfokus pada pelanggan – baik di industri perbankan dan di dunia teknologi / internet – dan apa yang bisa kita harapkan untuk mereka di 2018.

Ekonomi China Melambat Pasca Perang Dagang Dengan AS

China mengatakan pada hari Senin pertumbuhan ekonominya sedikit melambat pada kuartal kedua karena perang perdagangan dengan Amerika Serikat semakin cepat, sementara memperingatkan kerusakan global yang dapat terjadi jika perselisihan berlanjut.

Ekonomi terbesar kedua di dunia itu meningkat 6,7 persen pada April-Juni, turun dari 6,8 persen pada kuartal pertama dan sejalan dengan perkiraan dalam survei ekonom AFP.

Data itu dirilis tepat ketika Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengatakan pada pertemuan puncak Uni Eropa dengan China di Beijing bahwa ketegangan perdagangan bisa berliku menjadi “konflik panas”, menyerukan kepada AS, China dan Rusia untuk menemukan resolusi.

Meskipun deselerasi kuartalan, pertumbuhan masih lebih tinggi dari target tahunan sekitar 6,5 persen yang ditetapkan oleh pemerintah, tetapi China tetap menghadapi “lingkungan yang sangat kompleks baik di dalam maupun di luar negeri”, kata Mao Shengyong, juru bicara biro statistik nasional.

Beijing menghadapi pertempuran multi-depan untuk mempertahankan ekonominya, berjuang untuk memotong gunung utangnya sementara mata uang yuan dan pasar saham China jatuh.

Proteksi perdagangan dunia terus memanas, menimbulkan tantangan besar bagi pemulihan ekonomi dunia dan menambah tantangan dan ketidakpastian bagi kami,” kata Mao.

Dari perspektif domestik kami, pembangunan ekonomi masih tidak seimbang dan tidak stabil, dan masih dalam proses penyesuaian struktural dan transformasi.”

Dampak dari konflik perdagangan yang semakin mendalam dengan Amerika Serikat belum sepenuhnya menendang, kata Mao, dengan catatan bahwa Beijing akan terus menilai situasi pada paruh kedua tahun ini.

Turut mempengaruhi banyak negara

Namun dia menambahkan bahwa pertarungan “akan berdampak pada ekonomi China dan Amerika Serikat, dan sekarang ekonomi dunia sangat terintegrasi, dan rantai industri global, banyak negara terkait juga akan terpengaruh“, kata Mao. .

Perselisihan dengan Beijing datang di atas konfrontasi Washington dengan mitra dagang utama lainnya termasuk Kanada, Meksiko dan Uni Eropa, yang juga telah membalas Amerika Serikat.

Washington dan Beijing memberlakukan tarif besar diangka $ 34 miliar barang bulan ini dan AS menaikkan taruhan pekan lalu dengan mengancam untuk memaksakan tindakan pada barang senilai $ 200 miliar lainnya, yang mendorong China untuk bersumpah membalas dendam.

Selama satu dekade terakhir, sekitar 20 persen ekspor China telah masuk ke pasar AS, menurut Moody’s Investors Services, dengan ekspor yang masih terhitung besar dari ekonomi raksasa.

Bank Finlandia Sebut Bitcoin Adalah Kekeliruan

Bank of Finland merilis sebuah makalah pada 21 Juni berjudul “The Great Illusion of Cryptocurrency,” menjelaskan mengapa mereka berpikir konsep mata uang digital adalah “kekeliruan.”

Makalah ini, yang ditulis oleh Aleksi Grym, Penasihat tentang Digitalisasi dan Kepala proses Bank Sentral Digital di Departemen Stabilitas Keuangan dan Statistik. Hal ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana sifat dasar cryptocurrency ‘menunjukkan betapa pemahaman konsep uang itu sendiri masih sangat buruk saat ini ”dan bagaimana internet dan media sosial telah“ mengacaukan rasa fakta dan fiksi kami. ”

Dalam kata-kata Grym, mata uang kripto bukanlah mata uang riil melainkan “sistem akuntansi untuk aset yang tidak ada.” Dia membuat argumen bahwa teknologi uang digital, seperti blockchain, sebenarnya sama dengan sistem pencatatan lain, tetapi penerapannya untuk crypto adalah “Tidak terkait dengan karakteristik dasar uang:”

Untuk semua maksud dan tujuan, buku besar itu adalah buku besar yang terpusat. Fakta bahwa ada beberapa salinan yang disinkronkan, didistribusikan di seluruh jaringan, tidak relevan, karena masing-masing memiliki data yang sama. ”

Artikel ini mengutip beberapa studi tentang Bitcoin dan cryptocurrency dengan pandangan negatif yang relatif terhadap crypto baik sebagai instrumen spekulatif atau gelembung yang “nilai fundamentalnya adalah nol.” Grym juga mendiskreditkan gagasan bank sentral mengeluarkan mata uang digital, mencatat bahwa akan “praktis berarti rekening bank di bank sentral.”

Grym kemudian mengajukan pertanyaan, “lagi, apa itu uang?” Mencatat bahwa definisi telah berubah dari waktu ke waktu, tetapi uang itu biasanya digambarkan sebagai berfungsi sebagai unit pertukaran dan memiliki penyimpan nilai dan unit akun. Artikel itu mencatat bahwa uang, yang dianggap mengacu pada crypto, tidak diciptakan “dari udara tipis,” tetapi berasal dari transformasi likuiditas.

Membeli uang kripto seperti melakukan kegiatan kriminal

Menurut artikel itu, dorongan utama untuk membeli mata uang kripto adalah untuk kegiatan kriminal, menciptakan rasa komunitas, keamanan terhadap penindasan negara “nyata atau imajinatif”, dan sensasi perdagangan. Grym kemudian membandingkan pembelian Bitcoin dengan “nilai tak berwujud” untuk beberapa pelanggan yang membeli “mainan, mode, seni, keanggotaan klub, atau senjata api.”

Pekan lalu, Cointelegraph mempublikasikan ikhtisar dari semua “FUD” (Ketakutan, Ketidakpastian, Keraguan) dalam lingkup kripto sejak awal Bitcoin, merinci banyak perbandingan dengan “tulip mania” Belanda serta beberapa “kematian” Bitcoin yang dilaporkan.

Alasan Pengusaha Harus Punya Kartu Kredit Bisnis

Salah satu kesalahan keuangan paling umum yang dapat Anda lakukan sebagai seorang wirausahawan adalah menempatkan pengeluaran bisnis pada kartu kredit pribadi. Mungkin nyaman pada saat itu, tetapi, kebiasaan ini sebenarnya dapat merugikan Anda dan mungkin waktu yang lebih penting.

Berikut adalah alasan mengapa Anda harus menempatkan pengeluaran bisnis pada kartu kredit bisnis, tidak peduli seberapa kecil.

Biaya kartu kredit bisnis dapat dikurangkan dari pajak

Sebagai seorang pengusaha, Anda menikmati banyak keuntungan yang tidak dapat dinikmati oleh karyawan tradisional. Salah satu peluang tersebut adalah kemampuan untuk mengurangi pengeluaran terkait bisnis pada pengembalian pajak Anda.

Sebagian dari biaya yang dapat dikurangkan ini termasuk biaya tahunan dan biaya bunga jika semua pembelian terkait dengan bisnis.

Jika kartu kredit pribadi membebankan biaya tahunan, Anda tidak dapat memotong biaya tahunan, bahkan jika Anda melakukan setidaknya satu pembelian bisnis di atasnya. Ada banyak kartu kredit bisnis yang bagus untuk dipilih yang tidak hanya akan membantu Anda menghemat uang pada waktu pajak.

2. Kartu kredit bisnis mengkhususkan pada pembelian bisnis

Seperti kartu kredit pribadi, beberapa kartu kredit bisnis akan menawarkan tingkat pengembalian uang rata-rata pada setiap pembelian dan yang lain.

Jika Anda sering menggunakan maskapai penerbangan atau hotel tertentu saat Anda bepergian, Anda juga dapat melihat apakah mereka menawarkan kartu nama co-branded. Dalam beberapa kasus, Anda dapat menikmati tunjangan perjalanan tambahan dan juga memiliki peluang hadiah pembelian berbeda yang lebih ramah bisnis.

Dan, jika Anda memiliki versi bisnis dan pribadi dari kartu tersebut, Anda mungkin dapat “mengumpulkan” poin hadiah.

Memiliki kartu nama memudahkan pembukuan

Bergantung pada berapa banyak pembelian bisnis yang Anda lakukan dalam rata-rata bulan, itu bisa sulit dan memakan waktu untuk memisahkan pembelian bisnis dari pengeluaran pribadi. Anda masih dapat mengurangi pengeluaran bisnis pada waktu pajak, bahkan jika menggunakan kartu pribadi Anda. Namun, Anda mungkin mengabaikan beberapa biaya.

Dengan membuat setiap pengeluaran bisnis dengan kartu kredit bisnis, pembukuan akan jauh lebih mudah. Jika Anda menggunakan program akuntansi digital seperti Freshbooks atau Quickbooks, Anda dapat mengekspor pengeluaran Anda dan segera tahu persis berapa banyak yang Anda belanjakan.

Uang Bisa Membuat Bahagia!

Dikatakan bahwa uang tidak bisa membeli kebahagiaan, namun menurut para ilmuwan, itu tergantung apa yang Anda belanjakan.

Penelitian baru menunjukkan bahwa menggunakan uang untuk membeli lebih banyak waktu luang seperti membayar pembersih atau masak untuk melakukan pekerjaan sehari-hari dari tangan Anda – benar-benar meningkatkan kesejahteraan.

Sebaliknya, membelanjakan uang pada barang tidak banyak untuk meningkatkan kebahagiaan.

“Orang yang menyewa pembersih rumah atau membayar anak di sebelah rumah rumput mungkin merasa seperti malas,” kata penulis utama Dr Ashley Whillans, asisten profesor di Harvard Business School yang melakukan penelitian tersebut.

“Tapi hasil kami menunjukkan bahwa waktu membeli memiliki manfaat yang sama untuk kebahagiaan karena memiliki lebih banyak uang.”

Para peneliti mensurvei lebih dari 6.000 orang dewasa di Amerika Serikat, Denmark, Kanada dan Belanda.

Responden ditanya apakah dan berapa banyak yang mereka habiskan setiap bulan untuk membelinya sendiri waktu luang. Mereka juga menilai kepuasan hidup mereka, dan menjawab pertanyaan tentang perasaan stres waktu.

Mereka yang menghabiskan uang untuk menghemat waktu menyimpan laporan menunjukkan kepuasan hidup 23 persen lebih besar. Efeknya bertahan bahkan setelah mengendalikan pendapatan, meski menurunkan tingkat kebahagiaan 15 persen karena orang memiliki lebih sedikit uang untuk dibelanjakan untuk membeli waktu pulang.

“Manfaat membeli waktu bukan hanya untuk orang kaya,” kata profesor psikologi dan penulis senior studi Elizabeth Dunn, dari University of British Columbia.

“Kami pikir efeknya mungkin hanya bertahan untuk orang-orang dengan pendapatan disposable yang cukup banyak, tapi mengejutkan kami, kami menemukan efek yang sama di seluruh spektrum pendapatan.”

Untuk menguji apakah waktu membeli benar-benar menyebabkan kebahagiaan yang lebih besar, para peneliti juga melakukan percobaan lapangan.

Enam puluh orang dewasa secara acak ditugaskan untuk menghabiskan untuk menghemat waktu pembelian satu akhir pekan, dan untuk pembelian material pada akhir pekan yang lain. Hasilnya menunjukkan bahwa orang merasa lebih bahagia saat mereka menghabiskan uang untuk menghemat waktu daripada membeli barang.

Terlepas dari manfaatnya, para periset terkejut saat mengetahui betapa sedikit orang yang memilih membelanjakan uang mereka untuk menghemat waktu dalam berbelanja sehari-hari.

Hasil survei

Dalam sampel terpisah dari 850 jutawan yang disurvei, hampir setengahnya melaporkan pengeluaran tidak ada uang yang tidak menyukai tugas outsourcing.

Sebuah survei terhadap 98 orang dewasa yang bekerja menanyakan bagaimana mereka menghabiskan rejeki nomplok juga mengungkapkan bahwa hanya dua persen yang menggunakannya dengan cara yang menghemat waktu mereka.

“Meski waktu membeli bisa berfungsi sebagai penyangga terhadap tekanan waktu kehidupan sehari-hari, hanya sedikit orang yang melakukannya bahkan saat mereka mampu membelinya,” tambah Prof Dunn.

“Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa orang mendapatkan keuntungan dari membeli jalan mereka ke dalam pengalaman menyenangkan, namun penelitian kami menunjukkan bahwa orang juga harus mempertimbangkan untuk membeli jalan keluar dari pengalaman yang tidak menyenangkan.”

Penelitian ini dipublikasikan di jurnal Prosiding National Academy of Sciences.

Hal Yang Penting Diketahui Pemimpin Teknologi Tentang Bisnis Keuangan

Untuk mengambil satu langkah lebih jauh, siapa pun yang ingin pindah ke perusahaan, harus belajar tentang keuangan, selain berbagai operasi bisnis lainnya di dalam perusahaan dan bagaimana mereka cocok bersama.

Jika Anda seorang pemimpin TI tanpa banyak latar belakang keuangan, dan Anda bercita-cita untuk posisi teratas organisasi, inilah hal yang harus Anda pelajari:

Bagaimana membaca dan memahami pendapatan dan neraca perusahaan

Setiap kuartal, departemen keuangan mengeluarkan neraca yang menyatakan aset dan kewajiban perusahaan, menyeimbangkannya satu sama lain, dan menghasilkan “nilai buku” akhir untuk perusahaan dan pemegang sahamnya. Bagian keuangan juga menghasilkan lembar pendapatan yang menggambarkan aktivitas aset dan kewajiban dalam rincian bagaimana perusahaan menghasilkan pendapatan dan bagaimana pengeluaran uangnya. Secara bersamaan, neraca perusahaan dan laporan laba rugi merupakan pemeriksaan kesehatan perusahaan.

Rasio industri keuangan utama yang menjadi lawan perusahaan itu sendiri

Rasio industri digunakan oleh banyak perusahaan sebagai cara untuk membandingkan orang-orang dengan orang lain di industri mereka.

Dengan membandingkan perusahaan Anda dengan perusahaan lain di industri Anda, Anda dapat memperoleh wawasan tentang seberapa baik perusahaan Anda bersaing di pasarnya. Dengan melacak rasio ini, Anda juga dapat memperoleh wawasan lebih lanjut untuk proses perencanaan anggaran Anda. Jika perusahaan berkinerja baik jika dibandingkan dengan persaingan, Anda mungkin mengusulkan proyek agresif. Jika kinerjanya menurun, mungkin akan lebih bijaksana jika memegang garis pengeluaran.

Dinamika dan komposisi arus pendapatan dan biaya perusahaan

Apakah pendapatan meningkat karena area pasar baru yang telah dibuka? Mungkin diperlukan untuk memperluas kemampuan TI ke tenaga penjualan di bidang ini. Apakah biaya meningkat pesat di call center perusahaan? Mungkin sudah saatnya menganalisis proses bisnis dan teknologi yang mereka produksi. Dalam banyak kasus, dengan mengelola bottom line, manajer TI dan CIO dapat membuat keputusan yang tepat mengenai investasi TI masa depan yang dengan cepat melunasi perusahaan.

Bagaimana menilai kinerja keuangan TI

Ada banyak aspek kinerja TI sehari-hari yang harus dilihat secara finansial, meskipun CFO atau proses anggaran mungkin tidak pernah menuntut Anda melakukannya. Seberapa baik proyek Anda dijalankan? Apakah Anda memiliki orang-orang yang hanya melakukan pekerjaan sibuk karena tidak ada proyek baru yang bisa segera dipasang? Bagaimana mereka bisa lebih baik dimanfaatkan? Bagaimana dengan penyimpanan dan pemrosesan Anda? Apakah Anda memiliki server atau disk drive yang hanya berkapasitas 20%? Apakah ada alasan untuk ini-atau apakah staf terlalu sibuk untuk mengoptimalkannya? Melihat kinerja TI dari sisi finansial, serta operasional, perspektif dapat memberikan banyak informasi bermanfaat.