Ada banyak cara yang dilakukan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya masing-masing. Ada pihak yang mengandalkan tabungan mereka. Di samping itu, ada juga pihak yang mengandalkan hasil investasi. Namun tak jarang juga ada kelompok masyarakat yang mengandalkan hasil dari kegiatan arisan. Meski dipandang sebagai salah satu cara kekeluargaan yang cukup efektif, namun pada nyatanya tak jarang arisan kerap dipandang negatif. Hal ini tidak terlepas dari munculnya berbagai kasus yang terkait dengan penipuan, seperti korban penipuan arisan. Bahkan belakangan ini, muncul banyak korban penipuan arisan yang mengaku telah mengalami penipuan dengan total kerugian sekitar Rp 1 miliar. Meski patut disayangkan, pertanyaan penting yang harus kita jawab adalah alasan di balik masih seringnya hal ini terjadi.

KORBAN PENIPUAN ARISAN

Di Balik Masih Banyaknya Korban Penipuan Arisan

Korban penipuan arisan menjadi salah satu topik yang tidak bisa terlepas dari ajang arisan. Meski demikian, sebenarnya arisan sendiri bukanlah sebuah ajang yang harus selalu terkait dengan penipuan. Jika dilakukan dengan benar, arisan bisa membantu para anggotanya. Sayangnya, tidak semua anggota atau pengurus arisan memiliki komitmen yang sama.

Secara umum, biasanya hal yang mendorong munculnya kasus arisan adalah pengelolaan yang tidak tepat. Ada kasus yang berupa dana arisan dibawa kabur oleh oknum tertentu, baik pengurus atau anggota arisan. Ada pula kasus yang melibatkan kesalahan investasi dana arisan sehingga tidak bisa memenuhi pembayaran hasil arisan kepada para anggota. Meski modusnya kerap tidak berubah, namun sayangnya kasus kejahatan terkait arisan terus berulang, seolah tidak dapat diselesaikan sama sekali. Tak heran jika kemudian banyak kalangan beranggapan bahwa kasus kejahatan arisan yang terus bermunculan pada satu titik terkait dengan rendahnya literasi masyarakat, terutama anggota kelompok arisan, akan manfaat dan sifat arisan itu sendiri.

Ketika berbicara tentang arisan, masih banyak anggota masyarakat yang beranggapan bahwa arisan adalah cara cepat untuk menjadi kaya. Tak heran jika kemudian dana arisan digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang sejatinya bukan merupakan kebutuhan utama, seperti kebutuhan untuk gaya hidup mewah. Akibatnya, masyarakat yang mengikuti arisan pun cenderung tidak mengawasi dana mereka dikelola dan digunakan. Celah inilah yang kemudian disalahgunakan oleh para oknum terkait. Tak pelak korban penipuan arisan tetap bermunculan.

Cara Terhindar Menjadi Korban Penipuan Arisan

Arisan seyogianya tidak perlu dipandang negatif. Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan para penggunanya jika arisan dilakukan dan dikelola dengan tepat. Meski demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa bermain arisan juga memiliki risiko tersendiri. Berikut ini kami suguhkan beberapa tips atau cara yang bisa Anda gunakan agar terhindar dari penipuan berkedok arisan.

  1. Pilih arisan yang dikelola oleh pihak terpercaya
    Dana yang dikumpulkan pada arisan sifatnya dana bersama. Setelah dikumpulkan dari para anggota, dana ini kemudian akan disimpan untuk sementara waktu sebelum akhirnya diundi dna diberikan kepada pemenang. Oleh karena itu, untuk memastikan dana selalu akan diterima oleh pemenang, seluruh anggota arisan harus cermat dalam memilih pihak pengelola dana arisan tersebut. Para anggota arisan wajib terlebih dahulu melakukan pemeriksaan latar belakang terhadap yang bersangkutan sebleum memutuskan akan menempatkan dana.
  2. Pelajari terlebih dahulu riwayat pembagian hadiah arisan
    Riwayat pembagian hadiah arisan juga perlu untuk Anda pelajari secara cermat. Anda harus bisa mendapatkan kepastian informasi bahwa seluruh dana arisan telah dibagi secara adil dan tepat waktu kepada pihak yang tepat. Anda harus memastikan hal ini terlaksana sejak awal arisan dibentuk hingga saat ini, tanpa ada hal mencurigakan sedikitpun. Jika Anda mencurigai sesuatu, ada baiknya untuk menghindari arisan tersebut.
  3. Pelajari ketentuan mengikuti arisan dan penarikan hadiah
    Sebuah arisan yang terpercaya seyogianya menetapkan syarat yang mudah dan transparan terkai tmengikuti arisan dan penarikan hadiah. Seluruh ketentuan tersebut harus bisa diakses oleh seluruh anggota dan dipahami secara mendetil serta menyeluruh. Apabila terdapat ketentuan yang condong menguntungkan penyelenggara arisan, maka Anda sepatutnya khawatir. Hal ini bisa berpotensi pada penggelapan dana, sebuah risiko yang sudha sedari awal harus Anda hindari.
  4. Jangan simpan dana dalam jumlah besar
    Arisan memang sangat menggiurkan. Semakin besar dana yang disimpan oleh para anggota, semakin besar pula hadiah yang akan diperoleh pemenang. Meski demikian, Anda sepantasnya tidak menempatkan dana dalam jumlah besar. Hal ini karena dana yang semakin besar akan semakin berisiko untuk memancing oknum tertentu untuk menyalahgunakannya.
  5. Selalu awasi dana Anda dengan cermat dari waktu ke waktu
    Pengawasan dana menjadi kunci penting dalam mengikuti taruhan. Selalu awasi dana Anda secara rutin dari waktu ke waktu dan acak. Hal ini akan mendorong pihak pengelola maupun seluruh anggota arisan untuk bersikap awas dan cermat dalam memastikan ketersediaan dana mereka. Hal ini juga dapat menekan risiko terjadinya penyalahgunaan dana arisan. Dengan langkah ini, bahkan apabila terdapat oknum tertentu yang melakukan penyalahgunaan dana, hal ini bisa dideteksi lebih awal sehingga akan menekan potensi kerugian.

Ikuti Arisan yang Sehat

Jika ditarik kesimpulan, tips terbaik untuk tidak menjadi korban penipuan arisan adalah dengan mengikuti arisan yang sehat. Arisan yang sehat ditandari oleh komitmen bersama para pengelola dan seluruh anggota untuk bersama-sama mengelola dan menjaga dana yang dikumpulkan. Tidak ada pihak yang memiliki kontrol atau kendali lebih dominan daripada pihak lain. Selain itu, pengelolaan dilakukan secara cermat dan transparan. Dengan cara ini, sega risiko negatif akan bisa ditekan seminimal mungkin.